Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bank Indonesia Sebut Jatim Sebagai Produsen Kopi Terbesar di Pulau Jawa

Mus Purmadani • Minggu, 24 Agustus 2025 | 02:34 WIB
KENIKMATAN KOPI: Event Java Coffee & Flavors Fest 2025 untuk menandai bahwa kopi sudah menjadi bagian dari sebuah gaya hidup.
KENIKMATAN KOPI: Event Java Coffee & Flavors Fest 2025 untuk menandai bahwa kopi sudah menjadi bagian dari sebuah gaya hidup.

RADAR SURABAYA – Jawa Timur merupakan produsen komoditas kopi terbesar di pulau Jawa.

Yakni separuh lebih produksi kopi di Pulau Jawa berasal dari Jawa Timur.

Bahkan dua komoditas pelengkap lain yakni rempah dan coklat (kakao), Jawa Timur juga menjadi produsen terbesar di Pulau Jawa.

“Kami ingin mengembangkan potensi yang ada di Jawa Timur. Contoh misal dari perkebunan Kopi, coklat dan rempah dari event seperti Java Coffee & Flavors Fest 2025. Kita harapkan ini tidak selesai hanya pada event saja, tapi bisa juga perdagangan, maupun pengembangan hingga bisnis pembiayaan,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur Ibrahim, Sabtu (23/8).

Ibrahim mengatakan Bank Indonesia Jawa Timur sudah melakukan pendampingan terhadap petani kopi dengan menggandeng pemerintah daerah setempat.

“Sebetulnya kalau dari mekanisme hulu sampai hilir ini kita juga sudah memberikan pendampingan. Bagaimana petani kopi bisa memproses kopinya itu dengan lebih baik lagi. Bahwa petani kopi hendaknya bisa mengolah lebih lanjut, dengan kata lain kalau memang petani ini memiliki kompetensi untuk meroasting ya itu bisa menjual kopinya dengan harga yang lebih baik, ketimbang menjual bijinya yang masih mentah,” jelasnya.

Ibrahim menambahkan penghasil kopi internasional ada negara Brazil, Vietnam, Kolombia, Indonesia Ethiopia.

“Untuk Indonesia dan Ethiopia ini sering unda-undi. Nah saat ini ada gangguan produksi di Vietnam selain iklim, petani banyak lagi mengurangi lahannya dan mengganti dengan perkebunan durian sehingga pasokan kopi dari Vietnam berkurang. Ini membuat harga kopi dunia sempat naik, nah itulah kalau kita bisa memanfaatkan momentum tersebut,” katanya.

Menurutnya event Java Coffee & Flavors Fest 2025 ini dihelat lantaran kopi sudah lama menjadi lifestyle.

Menurutnya event ini tidak hanya melibatkan kopi dari Jawa Timur, tapi juga seluruh provinsi di Pulau Jawa bahkan dari Sumatera, Sulawesi, dan Papua.

“Kita harapkan masyarakat pecinta kopi Jawa Timur punya referensi kopi yang lebih lengkap. Yang nantinya menggerakkan pemain - pemain kopi baik dari sisi hulu sampai hilirnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Ibrahim mengatakan event ini bukan sekadar ajang promosi, melainkan wadah memperkuat perdagangan dan pembiayaan sektor riil.

BI Jatim menargetkan komitmen perdagangan dan pembiayaan sebesar Rp 55,8 miliar.

Dari jumlah itu, Rp 3,7 miliar dialokasikan untuk perdagangan dan Rp 22,1 miliar untuk pembiayaan.

“Target ini jauh lebih besar dari capaian tahun lalu yang hanya Rp 30 miliar. Harapannya, event ini bisa membuka pasar baru bagi pelaku usaha kopi, cokelat, maupun rempah Jawa Timur,” ujarnya.

“Satu lagi kenapa kita pilih di Kota Lama di Surabaya, karena sesuai dengan program dari Pemerintah Kota Surabaya yang terus mendorong Kota Lama Surabaya ini untuk maju,” pungkasnya. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#rempah #coklat #kakao #kopi #pendampingan #pemerintah daerah #bi jatim #petani kopi #bank indonesia (bi) #Java Coffee and Flavors Fest 2025