RADAR SURABAYA – Pemerintah terus berupaya menstabilkan harga beras dengan menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui Perum Bulog. Pasar tradisional Dukuh Kupang, Surabaya, menjadi salah satu titik distribusi pada Jumat (22/8), dengan pasokan sebanyak 3 ton.
Meski membantu meringankan beban ekonomi, kualitas beras SPHP masih menjadi perhatian utama warga. Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme warga yang berbondong-bondong membeli beras SPHP. Setiap pembeli dibatasi maksimal dua sak berisi 5 kilogram, dengan harga Rp 60 ribu per sak. Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan harga beras di pasaran saat ini.
Baca Juga: Rapat Konsolidasi Tiga Menteri di Surabaya, Penerima MBG Jatim Tembus 1,9 Juta
Namun, beberapa warga mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas beras SPHP. "Harganya memang murah, tapi berasnya banyak terdapat batu-batu kecil. Jadi, harus lebih hati-hati saat membersihkannya," ujar salah satu pembeli, Jamaiyah
Meskipun demikian, Jamaiyah tetap merasa terbantu dengan adanya program beras murah ini. "Alhamdulillah, dengan harga segini, lumayan bisa menghemat pengeluaran sehari-hari," ungkapnya.
Petugas Bulog yang mendistribusikan beras di Pasar Dukuh Kupang, Anton menjelaskan bahwa penyaluran beras SPHP akan terus dilakukan sesuai dengan permintaan di masing-masing wilayah. "Kami berharap, dengan adanya beras SPHP ini, harga beras di pasaran bisa lebih stabil dan terjangkau oleh masyarakat," tuturnya.
Baca Juga: Gaji DPR Bisa Tembus Rp 100 Juta, Ekonom Sebut Kebijakan Bebas Pajak Tidak Adil
Meskipun banyak keluh kesah dari warga tentang kualitas beras namun pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan beras yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Program beras SPHP ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara di tengah fluktuasi harga beras yang sering terjadi," pungkasnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek