Surabaya — Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggelar gerakan penanaman cabai dan bawang merah secara serentak. Langkah ini dilakukan untuk menjaga pasokan sekaligus mencegah lonjakan harga menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kegiatan tanam bersama digelar di lahan Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) Jambangan, Jalan Jambangan Kebon Agung No. 46, Surabaya, Rabu (20/8). Gerakan ini melibatkan masyarakat, kelompok tani, serta anggota TPID.
Kepala DKPP Surabaya, Antiek Sugiharti, menyatakan program ini merupakan tindak lanjut dari Urban Farming Competition sekaligus strategi menjaga stabilitas harga.
"Pagi ini tadi, tim TPID membuat kegiatan tindak lanjut. Jadi, Urban Farming Competition itu adalah gerakan menanam cabai dan bawang merah," kata Antiek.
Sebanyak 1.100 bibit cabai ditanam di lahan tersebut. Selain itu, Pemkot juga membagikan 25.000 bibit cabai melalui kecamatan, kelurahan, RW, dan RT agar masyarakat dapat menanam di pekarangan rumah maupun lahan kosong.
"Bibit-bibit tersebut diharapkan dapat ditanam di pekarangan rumah, lahan kosong, atau di lingkungan sekitar, sehingga setiap keluarga bisa secara mandiri memenuhi kebutuhan cabai skala kecil," ujar Antiek.
Pemkot juga menyalurkan ribuan bibit untuk kelompok tani, baik konvensional maupun urban farming, yang sudah memulai pembibitan sejak beberapa hari lalu. Diharapkan, hasil panen bisa mulai dirasakan pada Desember mendatang.
"Sehingga di bulan Desember ketika Natal dan Tahun Baru tidak terjadi kenaikan yang signifikan terkait dengan harga cabai di pasaran Surabaya. Ini merupakan salah satu strategi TPID untuk mengendalikan inflasi, selain menjaga pasokan dari daerah asal," pungkas Antiek (bil/gab/fir)
Editor : M Firman Syah