RADAR SURABAYA - Wajah tenang Hugo Maxwell Iago, 14, mungkin tak menunjukkan betapa dahsyat kemampuannya dalam menaklukkan angka-angka. Namun di balik senyum sederhana siswa kelas IX SMP Kristen Petra 1 Surabaya itu, tersimpan kegigihan luar biasa yang kembali mengharumkan nama sekolah dan bangsa Indonesia di kancah olimpiade matematika internasional.
Putra bungsu pasangan Irwan Honggo dan Lily Sianto sejak duduk di bangku sekolah dasar telah menunjukkan ketertarikan pada matematika. Ia lebih senang menghabiskan waktu luang untuk menekuni soal-soal rumit ketimbang bermain. Soal berbentuk cerita, pola, hingga logika menjadi “mainannya”. Ketekunan itu perlahan membentuk mental juara pada diri Hugo.
Tahun 2025 menjadi catatan gemilang baginya. Di bulan April, ia menyabet medali perak dalam ajang final Philippine International Math & Science Olympics (PIMSO) di Manila, Filipina. Hanya berselang tiga bulan, Hugo kembali naik podium di kompetisi Singapore International Math Olympiad Challenge (SIMOC), meraih medali perunggu dan perak sekaligus pada Juli di Singapura.
Tak berhenti di situ, prestasi puncak berhasil ia raih pada 10 Agustus 2025. Bertanding di final Siam International Math & Science Olympics (SIMSO) yang digelar di Landmark Hotel, Bangkok, Thailand, Hugo mempersembahkan medali emas mengungguli peserta dari lebih dari 12 negara, seperti Thailand, Filipina, Myanmar, Vietnam, Singapore, Malaysia, Hong Kong, hingga Turki dan Uzbekistan.
Prestasi internasional itu tentu tidak datang begitu saja. Sejak dini, Hugo terbiasa mengikuti program latihan intensif, aktif berkompetisi, serta mendapat dukungan penuh dari kedua orang tua dan sekolah.
“Hugo bukan hanya anak yang cerdas, tetapi juga memiliki semangat besar untuk menghadapi tantangan, terutama dalam hal belajar,” ujar Eva Zahora, Kepala SMP Kristen Petra 1 Surabaya.
Senada dengan itu, Erato Dido Evandra, wali kelas IX, menuturkan bahwa Hugo tidak hanya unggul di bidang matematika, tetapi juga menunjukkan minat dan kesungguhan pada mata pelajaran lainnya.
“Ia sering membantu teman-temannya ketika menghadapi kesulitan belajar. Sikap peduli dan kerjasama inilah yang membuatnya semakin menonjol,” jelas Evan, sapaan akrabnya.
Kedua orang tuanya pun merasa bangga sekaligus terharu. Dukungan dan semangat terus diberikan buat sang buah hati. “Kami selalu mendukung, tapi semua perjuangan datang dari Hugo sendiri. Ia belajar dengan disiplin, berani bermimpi, dan tidak mudah menyerah,” tutur sang ibu, Lily Sianto, sembari berharap prestasi ini bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia lainnya.
Sementara itu, Hugo mengaku terus terdorong untuk belajar lebih giat lagi. “Saya senang bisa membawa pulang medali emas ini, tapi perjalanan belum selesai. Tantangan di depan justru membuat saya semakin semangat,” kata Hugo dengan penuh keyakinan.
Kini, dengan deretan medali bergengsi yang berhasil diraih sepanjang tahun 2025, Hugo semakin termotivasi untuk menatap kompetisi berikutnya. Semangatnya tak pernah surut, justru semakin menyala setiap kali ia menorehkan prestasi baru.
"Saat ini, saya tengah mempersiapkan menghadapi sejumlah olimpiade matematika internasional bergengsi. Di bulan Agustus, akan bertanding pada final Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO). Disusul pada bulan September mengikuti final Philippine International Mathematical Olympiad (PHIMO) serta Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO)," ungkap Hugo penuh semangat.
Tantangan berlanjut di bulan Oktober dengan final International Mathematics Olympiad Competition of Southeast Asia (IMOCSEA) dan Southeast Asian Mathematical Olympiad (SEAMO), sebelum akhirnya menutup rangkaian kompetisi tahun ini dengan American Math Olympiad (AMO) di bulan November.
"Harapan itu sederhana namun penuh makna, terus mengharumkan nama sekolah dan bangsa, serta membanggakan orang tua sekaligus membuktikan bahwa disiplin dan ketekunan mampu mewujudkan mimpi setinggi apa pun," harapnya.
Semangat Hugo pun memberi pesan bagi banyak anak muda, prestasi bukan hanya milik mereka yang berbakat, melainkan milik mereka yang tak pernah lelah belajar dan berjuang. (ind/gun)
Editor : Guntur Irianto