Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kapolri Pimpin Upacara Hari Juang Polri dan Resmikan Patung M Jasin Setinggi 7 Meter di Surabaya

M. Mahrus • Kamis, 21 Agustus 2025 | 19:38 WIB
BERSEJARAH: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan patung M Jasin setinggi 7 meter di Jalan Darmo, Surabaya. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)
BERSEJARAH: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan patung M Jasin setinggi 7 meter di Jalan Darmo, Surabaya. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjadi inspektur upacara Hari Juang Polri kedua tahun 2025 di depan Monumen Perjuangan Polri Jalan Darmo, Surabaya, Kamis (21/8). Ia juga meresmikan patung M Jasin setinggi 7 meter.

Saat memimpin upacara hari Juang Polri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga membacakan naskah Proklamasi Polisi.

"Untuk bersatu dengan rakyat dalam perjuangan mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945 dengan ini menyatakan Polisi sebagai polisi Republik Indonesia. Surabaya 21 Agustus 1945 atas nama seluruh warga polisi Mohamad Yasin Inspektur Polisi kelas 1," ucapnya saat membacakan naskah Proklamasi Polisi, Kamis (21/8).

Jenderal Sigit mengatakan, Hari Juang Polri bukan hanya sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai simbol dedikasi dan komitmen Polri untuk terus mengabdi dan memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa. 

Selain memimpin upacara Hari Juang Polri, Kapolri juga meresmikan patung M Jasin menunggang kuda yang ada di sisi barat simpang empat Jalan Darmo - Jalan Dr Soetomo, Surabaya.

Patung M. Jasin dibangun dengan tinggi keseluruhan mencapai 7 meter dengan panjang 5,6 meter dan lebar 5 meter. Sosok M. Jasin digambarkan sedang menunggang kuda dengan sikap tegas, melambangkan keberanian dan jiwa kepemimpinan beliau saat memimpin Polisi Istimewa melawan pasukan sekutu di Surabaya pada 1945.

Pada bagian prasasti dan relief, terpahat narasi sejarah perjuangan M. Jasin yang menjadi tonggak lahirnya Hari Juang Polri. Sementara pondasi patung dirancang setinggi 2 meter dengan desain kokoh dan estetis. 

Keberadaan patung ini bukan sekadar monumental, melainkan pengingat sejarah panjang Polri sejak awal berdiri. Patung M. Jasin menjadi simbol semangat juang, pengabdian, dan keberanian yang harus terus diwariskan kepada generasi Polri berikutnya. 

Sejarah mencatat, pada 21 Agustus 1945, Inspektur Polisi Kelas I M. Jasin memimpin Polisi Istimewa (Tokubetsu Keisatsutai) dan membacakan Proklamasi Polisi di Surabaya. 

Pernyataan itu menegaskan bahwa Polisi Istimewa resmi menjadi Polisi Republik Indonesia yang bersatu dengan rakyat mempertahankan kemerdekaan. 

Aksi heroik tersebut kemudian dilanjutkan dengan pelucutan senjata tentara Jepang, pembagian senjata kepada para pejuang, serta penyebaran pamflet proklamasi untuk membakar semangat rakyat.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menambahkan, patung ini sekaligus menjadi pengikat emosional antara Polri dan masyarakat.

“Dengan adanya patung M. Jasin di (sekitar l) Monumen Polisi Istimewa, kita tidak hanya mengenang jasa pahlawan, tetapi juga mengajak generasi penerus Polri belajar nilai patriotisme, nasionalisme, dan keberanian dari perjuangan beliau,” jelasnya.

Peresmian patung M. Jasin ini digelar bersamaan dengan peringatan Hari Juang Polri 2025. Turut dihadiri jajaran pejabat utama Mabes Polri, Pejabat utama Polda Jatim, Forkopimda Jawa Timur, tokoh agama, masyarakat, hingga para veteran pejuang Surabaya. (rus/gun)

 

Editor : Guntur Irianto
#upacara #Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo #perjuangan #1945 #Polda Jatim #Hari Juang Polri #Jalan Darmo #surabaya hari ini #monumen perjuangan polri #surabaya #polisi #patung #berita surabaya hari ini #2025 #Kapolri #Polri #Mabes Polri #Berita Kepolisian #polisi istimewa #m jasin #sejarah #peresmian