RADAR SURABAYA - Ada yang unik dalam Upacara Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (17/8).
Yakni kirab bendera merah putih melintas di depan tamu undangan dan sepanjang Jalan Gubernur Suryo.
Total panjang bendera merah putih yang terbentang adalah 15.273 meter dengan pembentang yang terdiri dari 10.686 siswa, 695 guru, dan 402 pegawai Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Sementara sebelumnya bendera merah putih itu dijahit dengan melibatkan 7.547 orang murid dan 1.573 guru.
Kirab bendera merah putih tersebut memecahkan Rekor Dunia Indonesia (Muri) diiringi dua lagu yang dibawakan oleh Brigita Marice Momotsan asal Papua Barat Daya dari SMA Immanuel Batu, yang diakhiri dengan pelepasan balon merah putih dan fire work.
Turut dilakukan penyerahan 12 penghargaan kepada Kacabdin, Kepala Sekolah, Guru, serta Siswa SMAN, SMKN dan SLB di Jawa Timur oleh Gubernur Khofifah didampingi Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak dan Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai.
"Capaian Rekor MuriI tersebut, sekaligus menjadi bukti bahwa generasi muda saat ini memiliki kepedulian pada bangsa dan negara. Bahwa selama ini anggapan generasi Gen Z dengan generasi Alpa tidak peduli dengan bangsa dan negaranya, ternyata antusiasnya sangat luar biasa. Mereka tergerak hatinya untuk membuat bendera, menjahit bendera sendiri, menunjukkan niat nasionalisme mereka, jiwa kebangsaan mereka, dan mereka ternyata sangat-sangat cinta dengan Indonesia," terang Aries.
Menurut Aries hal tersebut juga menjadi langkah yang bagus untuk menanamkan jiwa nasionalisme kepada para calon pemimpin bangsa ke depan.
"Karena mereka adalah calon pemimpin-pemimpin bangsa ke depan. Apapun itu, Indonesia emas 2045 adalah milik mereka nanti. Maka kita harapkan nanti mereka akan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa dan kita lihat wujudnya dari bagaimana semangat mereka, patriotisme mereka dan nasionalisme mereka,” pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa