RADAR SURABAYA - Seorang pria berkaos ungu terekam kamera pengawas mencuri sebuah tas berisi perangkat kamera dan lensa seharga puluhan juta rupiah di masjid salah satu kampus negeri di kawasan Tambaksari, Surabaya, Rabu (13/8). Korbannya RAR, 22, salah satu mahasiswa tingkat akhir di kampus tersebut.
Berdasarkan rekaman video CCTV durasi 35 detik yang diterima Radar Surabaya, tas ransel milik korban diletakkan di dekat tumpukan barang inventaris masjid yang terdapat akses jalan lorong.
Pelaku yang memakai kaos warna ungu dan celana hitam ujungnya ditarik sempat mondar-mandir di dalam masjid melihat tas korban. Tak lama kemudian saat situasi sepi, pelaku mengambil tas ransel dan dikenakan keluar masjid atau kabur.
Tas ransel yang dicuri pelaku ternyata tas milik RAR, 22, salah satu mahasiswa semester akhir di kampus tersebut. Tas ransel merek Eiger yang dicuri pelaku berisi berbagai perangkat kamera serta beberapa macam lensanya. Nilai total sekitar Rp 40 juta.
Diantaranya ada kamera mirrorless Sony Alpa a6700 (3150850), a7ii (4532122), sigma 16mm Sony, Sony 50mm f1.8 (2166378-J), Hollyland lark max. Selain itu di dalam tas juga ada dompet berisi dua KTP, STNK serta kartu penting lainnya.
Pihak korban baru menyadari tas raib usai melaksanakan salat zuhur. Pemilik tas ransel RAR mengatakan saat itu dirinya hendak melakukan photoshoot pelantikan dokter spesialis di kampus.
"Kami melaksanakan salat duhur berjamaah terlebih dahulu. Setelah salat selesai dan berdoa kami menuju atau melihat tas sudah tidak ada," ungkapnya, Sabtu (16/8).
Usai kejadian korban inisiatif dan meminta rekaman CCTV yang ada di masjid. Dari rekaman kamera pemantau pelaku diketahui seorang pria memakai kaos ungu dan celana hitam dilingkis. Pelaku berpostur tubuh tinggi dan kurus.
"Pelaku berjalan keluar melalui pintu kecil akses pejalan kaki di timur kampus," ucapnya.
Baca Juga: Surabaya Gelar Pesta Rakyat HUT RI, Sejumlah Jalan Dialihkan
Kasus pencurian tersebut oleh korban sudah dilaporkan ke Polsek Tambaksari. Kapolsek Tambaksari Kompol Eko Aprianto membenarkan pihaknya sudah menerima laporan dari korban terkait kasus pencurian tas tersebut.
Anggota Unit Reskrim sudah melakukan cek TKP atau lokasi, mengumpulkan keterangan saksi dan mengumpulkan bukti. "Masih penyelidikan. Kami sudah cek lokasi mencari alat bukti petunjuk sekitar TKP dan analisa CCTV sekitar lokasi," terangnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto