Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tuntut Pembatalan Wacana Penulisan Ulang Sejarah, Belasan Aktivis Lakukan Aksi Kamisan di Surabaya

Muhammad Firman Syah • Jumat, 15 Agustus 2025 | 18:00 WIB
Aksi Kamisan Surabaya ke-873 di Taman Apsari, Kamis (14/8) oleh belasan aktivis
Aksi Kamisan Surabaya ke-873 di Taman Apsari, Kamis (14/8) oleh belasan aktivis

Surabaya - Belasan aktivis menggelar Aksi Kamisan Surabaya ke-873 di Taman Apsari, Kamis (14/8), menuntut pembatalan rencana penulisan ulang buku sejarah Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan.

Koordinator aksi, Achmad Daffa, menilai wacana tersebut sarat distorsi fakta dan manipulasi narasi, yang berpotensi menghapus peristiwa kelam bangsa dari catatan sejarah.

"Banyak peristiwa penting sengaja dihilangkan, yang berpotensi memutihkan kejahatan negara di masa lalu. Kami mendukung revisi sejarah yang memperbaiki kesalahan narasi, bukan yang menghapus tragedi dan pelanggaran HAM berat," tegasnya.

Menurut Daffa, hilangnya fakta sejarah akan menghapus pertanggungjawaban negara atas pelanggaran HAM dan menguatkan legitimasi impunitas.

"Hilangnya fakta sejarah yang sesungguhnya, terhapusnya pertanggungjawaban negara atas berbagai kasus masa lalu, dan legitimasi impunitas yang berkelanjutan," ujarnya.

Ia juga mengingatkan generasi muda, khususnya Gen Z dan Gen Alpha, agar kritis mencari kebenaran sejarah.

"Generasi Z dan Alpha akan mengalami reduksi memori sejarah dan terpapar manipulasi sistematis melalui doktrin dan hegemoni negara yang menyesatkan," kata Daffa.

Para aktivis menolak penghapusan memori sejarah kelam dan meminta keterlibatan masyarakat serta saksi sejarah dalam proses revisi.

"Libatkan seluruh elemen masyarakat yang mengetahui fakta sesungguhnya di lapangan, serta para saksi sejarah yang kini masih hidup, dan memiliki keberpihakan pada kebenaran dan keadilan," tambahnya.

Daffa menutup aksinya dengan seruan kepada pemerintah untuk menghentikan manipulasi sejarah.

"Hentikan manipulasi sejarah. Bangsa ini berdiri atas fondasi kebenaran, bukan sejarah palsu," tandasnya. (bil/ris/fir)

Editor : M Firman Syah
#surabaya #pembatalan #catatan sejarah #Penulisan ulang sejarah #aksi kamisan #tuntut