Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Merayakan Kemerdekaan di Balik Pagar Liponsos Surabaya: Tawa, Kostum Unik, dan Asa untuk Pulang

Dimas Mahendra • Kamis, 14 Agustus 2025 | 17:46 WIB
 
RADAR SURABAYA – Merah putih tidak hanya berkibar di jalan-jalan kota. Di balik pagar Liponsos Keputih, semangat kemerdekaan justru memancar dari tawa ratusan penghuni yang sebagian besar adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). 
 
Mereka, bersama gelandangan, anak jalanan, dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lainnya, larut dalam kemeriahan lomba Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.
 
 
Total ada 784 penghuni Liponsos, di mana 601 di antaranya ODGJ. Bagi mereka, lomba bukan sekadar hiburan, melainkan jeda dari rutinitas rehabilitasi, ruang untuk merasa setara dan bebas. 
 
“Kami ingin teman-teman di Liponsos juga bisa merasakan kemeriahan hari kemerdekaan ini,” ujar Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Mia Santi Dewi.
 
Dua lomba utama menjadi magnet hari itu. Lomba fashion show dengan kostum-kostum unik yang memancing tawa, dan yang kedua estafet air yang memaksa peserta bekerja sama, menyeberangkan air dalam wadah kecil tanpa tumpah. 
 
 
Di lapangan, suasana riuh sorakan, tepuk tangan, dan suara air yang jatuh dari gelas plastik bercampur menjadi musik kemerdekaan versi Liponsos.
 
Mia menegaskan, kegiatan seperti ini adalah bagian dari terapi. Melatih konsentrasi, komunikasi, dan interaksi peserta. “Semakin meriah, semakin bagus. Ini melatih interaksi, komunikasi, sekaligus rasa percaya diri mereka,” ucapnya. 
 
Harapannya, melalui kegiatan semacam itu, suatu hari mereka bisa keluar dari Liponsos, hidup mandiri, dan kembali berbaur dengan masyarakat.
 
Selain perayaan kemerdekaan, keseharian penghuni Liponsos diisi dengan aktivitas yang melatih kemandirian seperti membatik, berkebun, mencuci motor, mengelola angkringan, hingga bermain musik di Band Waras. Ada pula jadwal mengaji rutin. 
 
“Mereka disibukkan agar punya kegiatan positif, yang nantinya bisa menjadi bekal mereka untuk mandiri,” ujarnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek
#Kota Surabaya #dinas sosial #gelandangan pengemis #Liponsos Surabaya #odgj #lomba agustusan #liponsos keputih