RADAR SURABAYA – Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) dikenal sebagai institusi pendidikan seni terkemuka di Singapura.
Berdiri di tahun 1938, NAFA dikenal sebagai pelopor seni di Asia Tenggara dan terkenal dengan kurikulumnya yang berkualitas, pendekatan pengajaran inovatif, dan beragam kreasi artistiknya.
Saat ini, NAFA juga merupakan bagian dari University of the Arts Singapore (UAS).
NAFA menawarkan berbagai program seni dan desain, termasuk diploma, sarjana, dan pascasarjana, serta program seni pertunjukan dan praktik interdisipliner.
NAFA memiliki reputasi yang kuat di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.
NAFA dikenal karena menghasilkan lulusan yang kreatif, terampil, dan berpengalaman.
Lulusan NAFA yang telah meraih kesuksesan di dunia seni profesional, juga banyak berasal dari Surabaya.
Para lulusan ini pun berbagi pengalaman dan ilmu selama belajar di NAFA ke pelajar Surabaya dan Sidoarjo.
Bertempat di Petra Acitya Christian High School, Sidoarjo, sejumlah lulusan NAFA membagikan ilmu dan pengalaman mereka di acara Design Thinking Workshop.
Sebagai nara sumber workshop ini adalah Merry Wahono, lulusan NAFA asal Surabaya.
Merry mengatakan, design thinking adalah cara berpikir untuk memecahkan masalah dengan memfokuskan pada kebutuhan dan pengalaman user.
“Dalam proses ini, kita belajar memahami siapa yang akan memakai produk, apa masalah mereka, dan bagaimana kita bisa membuat solusi yang benar-benar berguna,” ungkap Merry, Senin (11/8).
Lebih jauh ia menjelaskan, workshop ini mengajak siswa untuk berpikir kreatif, bekerja sama dalam tim, dan mencoba berbagai ide lewat proses yang terstruktur mulai dari mengenali masalah, mencari solusi, sampai membuat prototipe sederhana yang bisa diuji langsung.
“Proses seperti ini penting dilakukan sebelum kita mulai mendesain produk,” sambung Merry yang juga seorang UX/UI Designer itu.
Merry mengungkapkan, dengan design thinking maka hasil desain akan lebih tepat sasaran, efisien, dan berdampak nyata bagi pengguna.
Selain itu, siswa juga akan terbiasa berpikir kritis dan terbuka terhadap berbagai sudut pandang dan keterampilan yang sangat dibutuhkan di masa depan.
Merry lulusadari NAFA tahun 2011 dan sudah berkarir di dunia desain digital selama lebih dari 10 tahun.
Berbasis di Surabaya dan berpengalaman bekerja jarak jauh dengan berbagai perusahaan internasional, terutama dari Singapura, Merry menggabungkan pendekatan kreatif dan strategis dalam menciptakan produk digital yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga berfungsi dengan baik dan mudah digunakan.
“Sebagai desainer, saya percaya bahwa desain bukan hanya tentang tampilan. Tapi tentang memahami manusia bagaimana mereka berpikir, merasa, dan berinteraksi dengan teknologi,” ungkapnya.
“Peran designer adalah sebagai jembatan antara kebutuhan pengguna, tujuan bisnis, dan kemampuan tim pengembang,” imbuh Merry.
Selain workshop, di acara ini dipamerkan pula panel-panel dari alumni NAFA.
Di antaranya panel karya Jessica (Fashion Design), Michelle (Fashion Business), Vivien (Interior), Febby (Jewelry), Airine (Interior), Juwita Elisabeth (Graphic Design), dan Michelle Poernomo (Music). (ara/opi)
Editor : Nofilawati Anisa