RADAR SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus menunjukkan komitmennya terhadap penyandang disabilitas melalui berbagai riset dan inovasi.
Kini dengan merancang aplikasi peringatan dini tsunami bernama Joko Tingkir yang ramah bagi penyandang tunanetra.
Aplikasi berbasis Android ini merupakan hasil riset tim pakar dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Ketua peneliti, Madlazim, menjelaskan bahwa Joko Tingkir dirancang dengan prinsip kesederhanaan dan inklusivitas.
Menampilkan elemen-elemen visual yang kontras untuk pengguna dengan sisa penglihatan, serta mendukung navigasi berbasis suara bagi tunanetra total.
"Pada layar awal, pengguna dapat mengakses informasi dasar dan panduan penggunaan. Notifikasi suara memberikan panduan secara langsung, sedangkan elemen sentuh layar dirancang untuk kompatibel dengan teknologi screen reader," terangnya, Kamis (7/8).
Aplikasi ini mampu memberikan informasi seputar gempa dan potensi tsunami secara real time melalui notifikasi suara, getaran, dan tampilan visual yang ramah bagi penyandang disabilitas.
"Aplikasi ini merupakan pengembangan lebih jauh dari model sebelumnya yang diperuntukkan bagi masyarakat umum, tetapi belum mengakomodasi kebutuhan teman-teman disabilitas. Model yang sekarang ini dikembangkan ramah penyandang tunanetra," ujarnya.
Proses pengembangan teknologi ini dimulai dengan pengambilan data gempa bumi dari layanan FDSNWS (Federated Data Service Network Web Services).
"Jika gempa yang terjadi terdeteksi berpotensi tsunami, aplikasi akan memberikan peringatan dini dalam bentuk notifikasi suara dan getaran, serta informasi gempa dan estimasi dampak tsunami," jelasnya.
Getaran digunakan sebagai bentuk tambahan peringatan untuk memastikan pengguna tunanetra dapat merasakan sinyal bahaya secara langsung.
Tjipto Prastowo, Tim Riset Joko Tingkir menambahkan bahwa aplikasi ini tidak hanya memberikan peringatan dini, tetapi juga memberikan edukasi bencana yang inklusif.
"Aplikasi tidak hanya memberikan peringatan dini, tetapi juga memberikan edukasi bencana yang inklusif," ujarnya.
Inovasi ini sudah melewati tahapan pengujian dengan melibatkan penyandang tunanetra, dan pengembangan terbaru yang ramah disabilitas akan diupdate di Play Store.
Riset yang didukung oleh BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) dan akan terbit di jurnal Eureka: Physics and Engineering (Q3) pada November 2025 ini, dinilai penting untuk meningkatkan keselamatan kelompok rentan dan menjembatani kesenjangan akses informasi selama bencana bagi penyandang disabilitas. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa