Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sosialisasi Sejak Juni 2024, Dinkes Surabaya Resmi Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Dimas Mahendra • Selasa, 5 Agustus 2025 | 20:27 WIB
 
RADAR SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi menjalan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di tingkat sekolah sejak Senin, 4 Agustus 2025 secara serentak. Program nasional ini telah diintegrasikan ke dalam sistem kesehatan sekolah sejak Juni dengan koordinasi aktif bersama sekolah, Puskesmas, perangkat daerah, serta orang tua siswa.
 
Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina, menyampaikan bahwa program ini menargetkan 242.110 siswa dari total 538.024 anak berusia 7–17 tahun, atau sekitar 45 persen cakupan sasaran.
 
 
Pemeriksaan mencakup aspek gizi, tekanan darah, gula darah, kesehatan mata, gigi, telinga, hingga riwayat imunisasi dan perilaku berisiko seperti merokok.
 
“Dinkes Surabaya sudah melakukan sosialisasi sejak Juni sampai Juli 2025 ke semua pihak sekolah, tenaga kesehatan Puskesmas, serta perangkat daerah terkait sebagai persiapan pelaksanaan PKG anak sekolah,” jelas Nanik, Selasa (5/8/2025).
 
Nanik menjelaskan mekanisme pelaksanaannya fleksibel namun terstruktur. Semisal sekolah dan Puskesmas berkoordinasi sekitar tujuh hari sebelum pemeriksaan. Kemudian orang tua menerima tautan kuesioner kesehatan anak yang wajib diisi.
 
 
Dari situ, tim medis dari Puskesmas dan guru UKS/PJOK akan turun langsung ke sekolah untuk melakukan pemeriksaan. Jika diperlukan, siswa bisa dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat tanpa mengganggu jam belajar utama. Pelaksanaan PKG pun diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu jadwal akademis.
 
Pemkot Surabaya juga turut mengandalkan teknologi dalam pengawasan Program CKG. Setiap Senin dan Jumat, tim Dinkes melakukan pemantauan capaian mikro melalui aplikasi ASIK, yang mencakup data dari Puskesmas hingga sekolah.
 
“Kami juga melakukan monev mingguan setiap hari Jumat dengan seluruh kepala puskesmas sesuai jadwal yang telah ditentukan (sesuai wilayah),” ungkap Nanik.
 
 
Program PKG ini melibatkan lintas perangkat daerah seperti Dispendik Surabaya, Dindik Jawa Timur, Kemenag, serta pemerintah kecamatan dan kelurahan. Peran aktif guru dan orang tua sangat penting untuk menjamin kelengkapan data dan kehadiran siswa.
 
Nanik juga menyampaikan bahwa tenaga medis dari Puskesmas (dokter, perawat, petugas gizi dan gigi) serta bahan medis habis pakai telah disiapkan berdasarkan proyeksi jumlah siswa di setiap sekolah.
 
“Orang tua diharapkan dapat mendukung dan mendampingi pengisian kuesioner kesehatan anak secara lengkap dan tepat waktu (dikirim oleh sekolah atau Puskesmas satu minggu sebelum pemeriksaan) sebagai dasar penilaian kondisi kesehatan anak melalui skrining mandiri,” ujarnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek
#Dinas Kesehatan #Cek Kesehatan Gratis #Pemeriksaan kesehatan Gratis #Dinkes Surabaya #cek kesehatan #PKG