RADAR SURABAYA - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berinovasi dalam mendukung inklusi penyandang disabilitas di dunia kerja. Tim dosen Unesa mengembangkan aplikasi Job for Disability (Jobdis), sebuah platform berbasis Android yang memudahkan penyandang disabilitas mengakses dan mendapatkan pekerjaan. Aplikasi ini telah tersedia di Google Play Store.
"Aplikasi Jobdis hadir sebagai jembatan bagi penyandang disabilitas untuk terhubung dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja mereka," ujar Prof. Budiyanto, salah satu penanggung jawab pengembangan Jobdis, Selasa (5/8).
Ia menekankan pentingnya aplikasi ini sebagai wujud nyata dari UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang mewajibkan perusahaan melibatkan minimal 1-2 persen penyandang disabilitas sebagai pegawai.
"Aplikasi ini merupakan komitmen Unesa dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, memanfaatkan teknologi untuk menghubungkan penyandang disabilitas dengan dunia kerja," tutur Prof. Budiyanto.
Jobdis tidak hanya memudahkan pencarian kerja. Shelly Andari, dosen yang bertanggung jawab atas pengembangan aplikasi ini, menjelaskan fitur-fitur unggulannya. "Aplikasi ini dirancang ramah disabilitas, dengan fitur job application yang mempercepat proses melamar pekerjaan," imbuhnya.
Selain itu, terdapat pula layanan career counseling dan pemetaan karir untuk membantu penyandang disabilitas menemukan pekerjaan yang sesuai dengan potensi dan minat para pencari kerja.
Shelly juga menjelaskan bahwa aplikasi ini dilengkapi dengan tes sederhana untuk mengidentifikasi potensi, minat, dan kepribadian pengguna, sehingga mereka dapat melamar pekerjaan yang tepat.
"Aplikasi Jobdis telah diuji coba pada berbagai kelompok penyandang disabilitas, termasuk tunanetra, tunarungu, dan pengguna kursi roda," ungkapnya .
Dari hasil pengujian menunjukkan respon positif, meskipun masih ada beberapa masukan untuk pengembangan selanjutnya, seperti integrasi dengan fitur pembaca layar yang lebih responsif.
"Aplikasi Jobdis diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam mengatasi kesenjangan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di Indonesia," pungkasnya. (*)