RADAR SURABAYA - Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) kembali menorehkan prestasi gemilang. Dalam ajang bergengsi Radar Surabaya Awards 2025 yang digelar di Hotel Vasa pada Kamis (31/7), UM Surabaya dinobatkan sebagai Kampus Unggul dalam Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Inovasi Pendidikan.
Ajang tahunan yang diselenggarakan harian Radar Surabaya ini sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan terhadap individu maupun institusi yang berkontribusi nyata dalam memajukan kehidupan masyarakat di berbagai bidang.
Penghargaan prestisius ini menjadi bukti atas komitmen kuat UM Surabaya dalam menjadikan ilmu pengetahuan sebagai solusi bagi persoalan masyarakat.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan regional, di antaranya Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, para anggota DPR dan DPD RI, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta jajaran Forkopimda Surabaya Raya.
Rektor UM Surabaya, Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk kepercayaan publik terhadap semangat inovasi dan pengabdian yang terus dihidupi oleh sivitas akademika kampus.
“Penelitian dan pengabdian masyarakat di UM Surabaya tidak berhenti pada tataran teoritis. Kami berkomitmen menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat dan mengangkat martabat sosial melalui ilmu pengetahuan,” ujar Mundakir.
Capaian ini bukan tanpa dasar. Dalam beberapa tahun terakhir, UM Surabaya menunjukkan konsistensi luar biasa di bidang riset dan pengabdian. Pada tahun 2025, kampus ini berhasil menempati posisi teratas sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) dengan proposal pengabdian masyarakat terbanyak yang didanai secara nasional.
Sebanyak 48 proposal berhasil lolos dan mendapat pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) di bawah naungan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).
Sebelumnya, pada tahun 2024, UM Surabaya juga mencatatkan prestasi sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Surabaya dengan jumlah proposal penelitian terbanyak yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbudristek.
Dengan tagline “Kampus Sejuta Inovasi”, UM Surabaya terus mendorong mahasiswa dan dosennya untuk menciptakan berbagai produk inovatif. Dukungan itu hadir melalui program-program strategis seperti Program Inovasi Mahasiswa (PIM) serta pendirian Center for Impactful Innovation (CII) laboratorium pusat inovasi yang bertujuan mendukung visi “Kampus Berdampak” yang dicanangkan Kemendikbudristek.
Menurut Rektor Mundakir, atmosfer inovasi di lingkungan kampus akan terus diperkuat di berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui Lembaga Riset Inovasi dan Pengabdian Masyarakat (LRIPM), UM Surabaya aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai mitra, mulai dari lembaga pemerintah, sektor swasta, hingga komunitas akar rumput.
“Kami percaya bahwa inovasi yang baik adalah inovasi yang berdampak. Oleh karena itu, seluruh aktivitas riset dan pengabdian di UM Surabaya diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat,” jelasnya.
Penghargaan ini menegaskan posisi UM Surabaya sebagai kampus kolaboratif yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga konsisten hadir sebagai agen perubahan sosial. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendekatan interdisipliner, pelibatan aktif dosen dan mahasiswa, serta penguatan kultur inovatif di seluruh lini kampus. (ind/vga)
Editor : Vega Dwi Arista