RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya terus menggencarkan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar dan distributor beras di Kota Pahlawan. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas arahan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk memastikan keamanan pasokan beras dan mencegah peredaran produk oplosan yang merugikan masyarakat.
Ketua Tim Kerja Pengendali Distribusi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, Sony Ahadian, mengatakan bahwa kegiatan sidak ini sudah dilakukan sejak minggu lalu.
“Ada beberapa titik yang kami datangi, yakni Pasar Wonokromo, Soponyono, Pucang Anom, dan Tambahrejo, serta beberapa distributor beras,” ujarnya.
Sony menjelaskan, sidak difokuskan pada dua hal utama, yaitu menjaga ketersediaan stok beras di pasaran dan memastikan kesesuaian takaran dalam kemasan. Sementara untuk isu beras oplosan, pihaknya masih melakukan pemantauan bersama instansi terkait lainnya.
“Kami tidak masuk ke ranah pengujian beras oplosan secara langsung. Fokus kami lebih pada kelengkapan label, takaran dalam kemasan, serta kestabilan distribusi dan harga di pasar,” jelasnya.
Dari hasil sidak sejauh ini, belum ditemukan pelanggaran berat. Stok beras di pasar dinilai masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat, meskipun ada fluktuasi harga di beberapa tempat.
Dinkopdag juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan Satgas Pangan, Bulog, dan kepolisian untuk mengantisipasi peredaran beras oplosan dan menjaga kelancaran distribusi. (*)
Editor : Lambertus Hurek