Surabaya – Di tengah geliat Kota Surabaya yang terus berkembang menjadi kota metropolitan, terselip sebuah kompleks pemakaman kuno yang menyimpan sejarah panjang era kolonial. Dikenal dengan nama Makam Belanda Peneleh atau Kherkof Peneleh, kawasan ini menjadi saksi bisu perkembangan kota sejak masa Hindia Belanda.
Pemakaman yang diresmikan pada 1 Desember 1847 ini memiliki luas sekitar 6,5 hektare dan menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi tokoh-tokoh penting dari kalangan Eropa. Dalam catatan kolonial, kawasan ini tercatat sebagai De Begraafplaats Soerabaia. Selain pejabat tinggi Belanda, makam ini juga menampung warga Eropa lain dari Inggris, Prancis, Jerman, hingga Armenia.
Setiap batu nisan di kompleks ini memiliki nilai sejarah. Ukiran klasik berbahasa Belanda masih terlihat jelas dan sebagian besar masih terawat dengan baik. Bukan sekadar makam, area ini telah menjelma menjadi museum terbuka yang merekam perjalanan sejarah Surabaya.
Salah satu bagian menarik dari kompleks ini adalah bangunan tua bernama Omah Balung, yang terletak di sudut area pemakaman. Sesuai namanya, bangunan ini digunakan sebagai tempat penyimpanan tulang belulang para jenazah Eropa dari masa lampau.
Menurut Sukma, 46, anggota komunitas Begandring Surabaya sekaligus warga setempat, keberadaan Omah Balung tidak terlepas dari proses pemindahan jenazah dari kawasan Krembangan ke Peneleh.
“Dipindahkan ke sini lantaran waktu itu sudah dianggap penuh. Maka sebagian jenazahnya dialihkan dari Krembangan ke Makam Peneleh,” ujarnya pada Selasa (30/7) sore.
“Bangunannya khas, ada pilar di depannya. Di dalamnya ada dua lubang besar di lantai. Konon katanya, dulu kerangka jenazah dimasukkan ke situ,” imbuhnya.
Saat ini, Makam Belanda Peneleh sudah tidak lagi difungsikan sebagai pemakaman aktif. Namun pesonanya tetap hidup, menarik minat pelajar, sejarawan, hingga wisatawan asing yang ingin menyaksikan langsung peninggalan masa lalu Kota Surabaya.
Seiring meningkatnya minat terhadap wisata sejarah, masyarakat dan pegiat sejarah setempat berharap Pemerintah Kota Surabaya memberikan perhatian lebih terhadap kawasan ini. Selain memiliki nilai historis tinggi, Peneleh dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah unggulan. (ali/gab/fir)
Editor : M Firman Syah