Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sumur Jobong di Peneleh Diduga Peninggalan Majapahit, Ditemukan Berkat Mimpi Juru Kunci

Muhammad Firman Syah • Kamis, 31 Juli 2025 | 06:37 WIB
Saat pelaksanaan proyek, alat berat yang digunakan tiba-tiba membentur benda keras yang tidak pecah. Ketika pekerja hendak menghancurkannya, Agus meminta proses dihentikan.
Saat pelaksanaan proyek, alat berat yang digunakan tiba-tiba membentur benda keras yang tidak pecah. Ketika pekerja hendak menghancurkannya, Agus meminta proses dihentikan.

Surabaya – Sebuah sumur kuno yang diduga berasal dari masa Kerajaan Majapahit ditemukan di tengah permukiman padat di Jalan Pandean Gang I RW 13, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya. Penemuan yang terjadi pada 31 Oktober 2018 ini bermula secara tidak sengaja saat pengerjaan proyek box culvert oleh warga setempat.

Menurut Ainul, tokoh masyarakat setempat, penemuan ini tidak lepas dari pengalaman mimpi yang dialami oleh Agus, juru kunci kampung.

“Beberapa hari sebelum ditemukan, Pak Agus bermimpi melempar batu ke seseorang berbaju putih. Anehnya, tempat orang itu berdiri adalah persis di atas lokasi sumur itu,” ungkap Ainul.

Dalam mimpi tersebut, batu yang dilempar berubah menjadi belut putih. Ketika belut itu dilepas ke sungai, ia kembali ke tempat semula.

Saat pelaksanaan proyek, alat berat yang digunakan tiba-tiba membentur benda keras yang tidak pecah. Ketika pekerja hendak menghancurkannya, Agus meminta proses dihentikan.

“Kayaknya ini bukan batu biasa. Bersihkan pelan-pelan saja,” katanya kepada para pekerja.

Setelah dibersihkan, tampak tumpukan batu bata sepanjang satu meter yang kemudian membentuk struktur lingkaran. Awalnya warga menduga bahwa bangunan itu merupakan peninggalan era kolonial Belanda karena kemiripan dengan konstruksi gorong-gorong kuno. Namun setelah pihak kelurahan, dinas terkait dan sejarawan dari Trowulan turun tangan, struktur tersebut diidentifikasi sebagai Sumur Jobong, salah satu peninggalan khas era Majapahit.

Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa sumur tersebut memiliki kedalaman hampir satu meter dan mulai mengeluarkan air. Selain itu, ditemukan pula tulang belulang manusia dan hewan di dalamnya. Hasil uji DNA mengungkapkan adanya kemiripan genetik sebesar 96-97 persen antara salah satu tulang manusia dengan warga sekitar, termasuk orang tua dari Agus sendiri.

“Bayangkan, tulang yang ditemukan diperkirakan berasal dari tahun 1400–1600, tapi masih memiliki garis keturunan dengan warga sekarang,” jelas Ainul.

Meskipun memiliki nilai sejarah tinggi dan cerita mistis di balik penemuannya, warga memperlakukan area sumur tersebut dengan sederhana.

“Enggak ada yang terlalu mistis. Tapi kalau cerita aneh, ya ada saja. Termasuk mimpi Pak Agus tadi itu,” tambah Ainul.

Penemuan Sumur Jobong ini menjadi indikasi bahwa masih banyak jejak peradaban masa lampau yang tersembunyi di bawah permukiman modern Surabaya dan menariknya, semua bermula dari sebuah mimpi. (wid/gab/fir)

Editor : M Firman Syah
#peneleh #peninggalan majapahit #peninggalan #sejarah indonesia #sumur jobong #sejarah