Surabaya – Berkemah kini tidak perlu jauh meninggalkan kota. Taman Hutan Raya (Tahura) Balas Klumprik di Kecamatan Wiyung, Surabaya, hadir sebagai destinasi alternatif yang memadukan pengalaman berkemah, wisata alam dan edukasi lingkungan dalam satu kawasan hijau.
Salah satu fasilitas andalan Tahura Balas Klumprik adalah camping ground terbuka untuk umum. Area perkemahan ini disewakan dengan harga terjangkau dan dilengkapi fasilitas dasar seperti lahan tenda, toilet dan akses listrik. Pengunjung hanya perlu membawa perlengkapan pribadi untuk bermalam.
Pengelolaan dilakukan secara profesional dengan skema sewa berdasarkan luas area.
“Persewaan lahan per meter, tergantung surat permohonan atau proposal, tergantung dari kantor pusat,” ujar Nur Kholis, 45, Seksi Keamanan Tahura Balas Klumprik, Rabu (30/7).
Spanduk informasi di lokasi mencantumkan tarif Rp 15 ribu per meter persegi per hari. Mekanisme pengajuan izin dilakukan melalui proposal resmi yang memuat jumlah tenda, peserta, dan kebutuhan lainnya. Proses pengajuan dilakukan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Surabaya.
“Untuk mengajukannya ke kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, di Pagesangan,” tambah Nur Kholis. Pembayaran dilakukan di akhir kegiatan.
Fasilitas penunjang seperti kamar mandi dan sambungan listrik juga telah tersedia.
“Di belakang sudah ada kamar mandi dan listrik,” jelas Bayu, petugas operasional tiket masuk.
Selain area camping, taman ini menyediakan berbagai wahana rekreasi yang bisa dinikmati hanya dengan membayar tiket masuk sebesar Rp10 ribu per orang. Di antaranya adalah flying fox, menara pantau, dan bebek air di danau buatan, yang cocok untuk dinikmati bersama keluarga.
Sebelum adanya retribusi wahana, Tahura Balas Klumprik juga dikenal dengan program edukatifnya, termasuk kolam lele yang terintegrasi dengan Sentra Wisata Kuliner (SWK). Pengunjung bisa membeli bibit lele untuk ditanam dan hasil panennya diberikan kepada warga tidak mampu.
“Kerja sama dengan SWK, mereka jual ditukarkan tiket dan kita mengelola. Kalau panen untuk warga, lagi-lagi untuk gamis, keluarga miskin,” terang Nur Kholis.
Dengan perpaduan konsep wisata, edukasi, dan program sosial, Tahura Balas Klumprik menjadi pilihan menarik bagi warga Surabaya yang ingin menikmati nuansa alam tanpa harus meninggalkan kota. (gab/fir)
Editor : M Firman Syah