Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Atasi Kekurangan Dokter Gigi di Indonesia, Unesa Buka Pendaftaran Prodi S-1 Kedokteran Gigi dengan Kurikulum OBE

Rahmat Sudrajat • Rabu, 30 Juli 2025 | 19:40 WIB

 

PROGRESIF: Kurangnya dokter gigi di Indonesia membuat Unesa membuka Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) yang dibuka mulai Selasa (29/7).
PROGRESIF: Kurangnya dokter gigi di Indonesia membuat Unesa membuka Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) yang dibuka mulai Selasa (29/7).

RADAR SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membuka pendaftaran jalur mandiri (SPMB) skema Non-Tes UTBK untuk Prodi S-1 Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran (FK), mulai 29 Juli hingga 6 Agustus 2025. Langkah ini diambil sebagai respon terhadap masih kurangnya jumlah dokter gigi di Indonesia.

Dekan FK Unesa, dr. Endang Sri Wahjuni, menjelaskan bahwa prodi ini berkomitmen melahirkan dokter gigi kompeten, bahkan dengan keunggulan spesialisasi di bidang sport dentistry. 

"Bidang sport dentistry merupakan ciri khas Kedokteran Gigi Unesa, dan ini yang pertama di Indonesia.  Sport dentistry ini berfokus pada upaya preventif dan promotif penyakit gigi dan mulut di dunia olahraga," ujar dr. Endang, Selasa (29/7).

Kurikulum Prodi S-1 Kedokteran Gigi Unesa berbasis OBE (Outcome Based Education), memadukan teori dan praktik secara intensif. 

Mahasiswa mendapatkan kesempatan praktik di laboratorium dan simulasi menggunakan 25 unit dental simulator.  

"Mahasiswa juga melalui tahapan early clinical exposure (ECE) sejak semester awal, serta terlibat dalam program pengabdian dan penelitian bidang kedokteran gigi," terangnya.

Praktik klinis mahasiswa juga dilakukan di sejumlah rumah sakit mitra Unesa, seperti Rumah Sakit Haji dan RSUD Ibnu Sina Gresik, serta puskesmas di Surabaya dan Sidoarjo, sebagaimana dijelaskan oleh Wakil Dekan 1 FK Unesa, dr. Febrita Ardianingsih. 

"Praktik dilakukan baik di awal kuliah maupun untuk profesi atau co-assistant (coas)," jelasnya.

Unesa juga menawarkan program bundling sarjana dan profesi, sehingga lulusan langsung bergelar dokter gigi. 

"Berbagai fasilitas sudah disiapkan, termasuk laboratorium radiologi gigi dan biomedik, 25 unit dental simulator, ITMKG untuk pembuatan cetak gigi, dan lain-lain," ujar dr. Febrita. 

Dengan fasilitas dan kurikulum yang komprehensif, Unesa berharap dapat berkontribusi signifikan dalam mengatasi kekurangan dokter gigi di Indonesia. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya #FK Unesa #UNESA #jalur mandiri #dokter gigi #Kedokteran Gigi