Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mengevaluasi kebijakan larangan parkir di Tepi Jalan Umum (TJU) sepanjang Jalan Tunjungan. Sejak diterapkan pada (15/7), arus lalu lintas di kawasan wisata ikonik tersebut terlihat lebih tertib dan lancar.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan proses evaluasi akan berlangsung hingga (31/7). Kebijakan ini akan ditinjau berdasarkan hasil pemantauan lapangan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) dan kepolisian.
"Kalau masyarakat senang, lalu lintas lancar, kenapa tidak kita teruskan? Wong kita maunya semua warga nyaman," ujar Eri, Senin (28/7).
Penataan ini sejalan dengan transformasi kawasan Jalan Tunjungan yang tengah berbenah menjadi destinasi wisata unggulan. Meski demikian, praktik parkir sembarangan masih menjadi persoalan yang mengganggu kenyamanan dan kelancaran mobilitas.
"Kalau parkirnya bikin macet, orang nggak bisa lewat, ya kita hilangkan saja," tegas Eri.
Sebagai solusi, Pemkot telah menyiapkan kantong parkir alternatif di sejumlah titik strategis, di antaranya Gedung Siola, Jalan Genteng, Jalan Tanjung Anom, area BPN, dan Jalan Kenari. Selain itu, Pemkot juga menjajaki kerja sama dengan Hotel DoubleTree guna memperluas kapasitas parkir di sekitar area tersebut.
"Nanti yang ke Tunjungan tetap bisa belanja, jalan-jalan, foto-foto, tanpa khawatir susah cari parkir," imbuhnya.
Tak hanya penataan parkir, Pemkot juga mempercepat pengerjaan infrastruktur pendukung. Perbaikan trotoar untuk pejalan kaki, penataan kabel bawah tanah termasuk jaringan fiber optik, serta penghijauan dan penataan taman ditargetkan rampung sebelum akhir Juli.
"Orang datang ke Jalan Tunjungan itu harus merasa nyaman. Harus bisa menikmati Surabaya," tambahnya.
Eri menegaskan, penataan ini bukan semata untuk memperindah kota, melainkan bagian dari strategi peningkatan kunjungan wisata guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Peningkatan PAD ini akan dialokasikan untuk memperkuat layanan publik, seperti kesehatan gratis dan pendidikan berkualitas.
"Buat saya, ini bukan cuma penyempurnaan kota, tapi juga soal manfaat untuk masyarakat," tutupnya. (wid/ris/fir)
Editor : M Firman Syah