Surabaya - Kebun Binatang Surabaya (KBS) menampung beragam spesies hewan dari berbagai daerah, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Perbedaan iklim dan kondisi lingkungan menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan satwa.
Sebagai negara tropis dengan dua musim, yaitu hujan dan kemarau, Indonesia memiliki iklim yang jauh berbeda dengan habitat asli sebagian satwa impor. Untuk itu, KBS menerapkan masa karantina selama satu minggu bagi satwa baru guna menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
Selain karantina, KBS juga berupaya menciptakan kandang yang menyerupai habitat alami masing-masing hewan. Langkah ini dinilai efektif dalam membantu hewan cepat beradaptasi sekaligus menurunkan risiko stres.
"Hewan-hewan di KBS cukup cepat beradaptasi. Tapi kondisi stres tiap hewan berbeda-beda," ujar Lintang, 52, Senin (28/7).
Ia menambahkan, KBS menyesuaikan kondisi kandang berdasarkan kebutuhan spesifik masing-masing hewan.
"Kalau panas diberi pengairan lebih dan buah-buahan yang kadar airnya tinggi. Kalau dingin ditambah penerangan seperti lampu biar suhunya naik," jelasnya.
Upaya penyesuaian habitat ini menjadi bagian penting dari manajemen kesejahteraan satwa di KBS. Dengan pendekatan ini, KBS terus menjaga agar satwa tetap sehat, nyaman, dan terhindar dari stres meski tinggal jauh dari habitat aslinya. (bil/gab/fir)
Editor : M Firman Syah