Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jalan Tunjungan Bebas Parkir, Surabaya Menuju Kota Wisata Modern yang Ramah Pejalan Kaki

Dimas Mahendra • Selasa, 29 Juli 2025 | 03:21 WIB

 

Ilustrasi kawasan Jalan Tunjungan yang tertib dan lancar bebas parkir tepi jalan.
Ilustrasi kawasan Jalan Tunjungan yang tertib dan lancar bebas parkir tepi jalan.

RADAR SURABAYA – Wajah baru Jalan Tunjungan mulai terasa sejak Pemerintah Kota Surabaya resmi meniadakan parkir tepi jalan umum (TJU) di kawasan ikonik tersebut sejak 15 Juli 2025.

Bukan hanya sekadar penataan ulang, kebijakan ini dinilai menjadi langkah transformasional yang membawa Surabaya selangkah lebih maju menuju kota wisata kelas dunia.

Kini, Tunjungan benar-benar terasa berbeda. Tak ada lagi deretan kendaraan yang memadati bahu jalan.

Arus lalu lintas lebih tertib, dan wisatawan bisa berjalan kaki menikmati suasana heritage tanpa terganggu parkir liar. Ini bukan cuma soal estetika tapi juga perubahan kultur ruang publik.

Langkah ini rupanya tak akan berhenti di sini. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut bahwa pihaknya tengah menjajaki kemungkinan menjadikan aturan larangan parkir di Tunjungan sebagai kebijakan permanen, dan saat ini tengah berdiskusi intensif dengan kepolisian.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya Achmad Nurdjayanto menyebut kebijakan ini sebagai momentum penting.

“Kalau Surabaya ingin diakui sebagai kota wisata yang modern, maka kita harus meninggalkan budaya parkir sembarangan di pusat keramaian,” tegas politisi Partai Golkar ini.

Menurutnya, pelarangan parkir di Tunjungan adalah langkah visioner yang harus dilanjutkan dengan pengelolaan lebih progresif.

Ia bahkan mengusulkan agar pada malam hari dan akhir pekan, Tunjungan dijadikan zona pedestrian penuh dengan akses parkir dialihkan ke kantong-kantong parkir yang sudah disediakan.

“Jalan ditutup untuk kendaraan, lalu kita hidupkan kawasan ini dengan event seni, pertunjukan budaya, dan UMKM,” tambahnya.

Achmad juga menekankan bahwa pembatasan parkir hanya akan berhasil jika dibarengi dengan kemudahan akses transportasi publik ke kawasan tersebut.

Ia mendorong penguatan sistem feeder, shuttle bus, atau integrasi dengan Suroboyo Bus untuk mendukung pergerakan pengunjung dari dan ke Tunjungan.

Dengan rencana menjadikan larangan parkir di Jalan Tunjungan sebagai kebijakan tetap dan sinergi transportasi yang lebih baik, Surabaya dinilai siap naik kelas dari kota besar biasa menjadi kota tujuan wisata yang berdaya saing tinggi dan berwawasan lingkungan. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#jalan tunjungan #parkir #lalu lintas #surabaya #ramah pejalan kaki #TJU #kawasan wisata