Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Komnas PA Menekankan Lonjakan Kenakalan Remaja dan Kriminalitas Anak di Surabaya

Muhammad Firman Syah • Rabu, 23 Juli 2025 | 17:59 WIB
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) wilayah Surabaya mengungkap kekhawatiran atas meningkatnya kenakalan remaja yang kian mengarah pada tindakan kriminal.
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) wilayah Surabaya mengungkap kekhawatiran atas meningkatnya kenakalan remaja yang kian mengarah pada tindakan kriminal.

Surabaya - Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada (23/7) menjadi momentum refleksi terhadap kondisi anak-anak di Indonesia, khususnya di Surabaya. Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) wilayah Surabaya mengungkap kekhawatiran atas meningkatnya kenakalan remaja yang kian mengarah pada tindakan kriminal.

Ketua Komnas PA Surabaya, Syaiful Bahri, menegaskan bahwa persoalan tersebut tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Menurutnya, perilaku menyimpang remaja kerap berakar dari minimnya perhatian keluarga dan lingkungan terhadap pemenuhan hak-hak dasar anak.

"Di Surabaya, kita menghadapi persoalan besar terkait kenakalan remaja yang mulai melibatkan unsur kriminalitas. Penyebabnya beragam, tapi salah satu faktor utama adalah kurangnya kepedulian keluarga dan lingkungan terhadap pemenuhan sepuluh hak dasar anak," ujarnya, Rabu (23/7).
Baca Juga: Pemkot Surabaya Ajak Anak Senam Ceria dan Panen Edukatif dalam Peringatan Hari Anak Nasional 2025

Syaiful menambahkan, meskipun Pemerintah Kota Surabaya telah menginisiasi sejumlah program perlindungan anak, kenyataan di lapangan masih menunjukkan banyak anak yang putus sekolah, terlibat pergaulan bebas, hingga bergabung dalam kelompok geng remaja.

"Masih banyak anak-anak yang memilih tidak melanjutkan sekolah. Mereka masuk dalam lingkungan yang salah, terpengaruh oleh teman sebaya, mulai merokok, minum-minuman keras, dan bahkan terlibat dalam kekerasan serta pelecehan," tambahnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat dan orang tua dalam menciptakan lingkungan aman dan sehat bagi tumbuh kembang anak.

"Peran orang tua sangat krusial. Pendidikan anak itu tanggung jawab bersama. Pemerintah kota, bersama para mitra, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat luas, harus bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi tumbuh kembang anak," tegasnya.

Syaiful juga meninjau perlunya kehadiran negara yang lebih konkret dalam menjawab persoalan anak, bukan sekadar hadir secara simbolis melalui kegiatan seremonial.

"Ini adalah panggilan moral bagi kita semua, terutama bagi pemerintah, untuk hadir secara konkret. Membimbing dan mendampingi anak-anak agar mereka kembali ke jalur yang benar, adalah tugas kita bersama," jelasnya.

Ia mengapresiasi beberapa inisiatif Pemkot Surabaya, seperti Operasi Rembulan, pemberian makanan bergizi gratis, dan sistem pengawasan terpadu. Namun, keberhasilan program tersebut, menurutnya, bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat.

Menutup pernyataannya, Syaiful mengingatkan bahwa perlindungan anak merupakan investasi masa depan bangsa.

"Hari Anak Nasional adalah bentuk pengakuan terhadap eksistensi dan hak anak-anak Indonesia. Ketika kita melindungi anak, sejatinya kita sedang menjaga masa depan negeri ini. Anak terlindungi, Indonesia maju. Indonesia maju, Surabaya pun ikut maju," pungkasnya. (mel/ris/fir)

Editor : M Firman Syah
#kriminalitas #syaiful bahri #surabaya #Kenakalan #komnas pa #remaja