Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

LPA Jatim Dorong Pemkot Surabaya Aktif Dampingi Orang Tua Didik Anak

Dimas Mahendra • Senin, 21 Juli 2025 | 23:52 WIB
Sejumlah anak belajar di Rumah Ilmu Anak Surabaya alias RIAS. (IST)
Sejumlah anak belajar di Rumah Ilmu Anak Surabaya alias RIAS. (IST)

RADAR SURABAYA – Surabaya dikenal sebagai pelopor Kota Layak Anak (KLA). Namun di balik prestasi itu, masih banyak orang tua yang merasa berjalan sendiri dalam mendidik anak-anak mereka. Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk lebih dari sekadar pembuat aturan. Pemkot diminta hadir langsung mendampingi orang tua dalam proses pengasuhan.

Pengurus LPA Jatim Isa Anshori menyebut, tak semua orang tua berada dalam posisi ideal untuk mendidik anak. Mereka butuh bimbingan, bukan penghakiman. “Banyak yang ingin jadi orang tua baik, tapi situasinya tidak mendukung. Di sinilah peran negara harus hadir,” ujarnya, Senin (21/7).

Hal itu disampaikan Isa usai menghadiri Masa Orientasi Orang Tua (MOOT) yang digelar Dinas Pendidikan Surabaya di SMP Al-Hikmah. Acara tersebut juga dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Dalam kesempatan itu, Eri menyampaikan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Ia menyebut bahwa setiap anak lahir dalam keadaan baik. Jika ada yang menyimpang, maka pola asuh dan lingkungan perlu dievaluasi.

Isa sepakat dengan pandangan tersebut. Menurutnya, tantangan orang tua masa kini tak hanya soal moral, tapi juga tekanan ekonomi, pekerjaan, dan keterbatasan pemahaman soal pengasuhan. Karena itu, ia mendorong agar Pemkot memperkuat program pendampingan orang tua.

Ia juga mengapresiasi inisiatif seperti Rumah Ilmu Arek Suroboyo, yang menjadi tempat pendidikan karakter bagi remaja putus sekolah. Namun, menurut Isa, program ini perlu diperluas untuk menjangkau remaja SMA/SMK yang mulai menunjukkan gejala kenakalan.

“Menjaga anak-anak ini adalah tanggung jawab seluruh kota, bukan hanya keluarga atau sekolah,” kata Isa. Ia berharap predikat Kota Layak Anak bukan hanya simbol, melainkan bukti nyata kehadiran semua pihak dalam membentuk masa depan anak-anak Surabaya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#Rumah Ilmu Arek Suroboyo #LPA Jatim #lembaga perlindungan anak #kenakalan anak #kota layak anak