Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BMKG Tanjung Perak Minta Warga Surabaya Waspadai Banjir Rob Akhir Juli hingga Agustus

Rahmat Sudrajat • Senin, 21 Juli 2025 | 23:17 WIB
Genangan banjir rob di kawasan Kalianak Timur Surabaya. (IST)
Genangan banjir rob di kawasan Kalianak Timur Surabaya. (IST)

RADAR SURABAYA – Warga pesisir Kota Surabaya diminta waspada terhadap potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi kembali pada akhir Juli hingga Agustus 2025. Banjir rob ini dipicu oleh fase bulan baru yang menyebabkan pasang maksimum air laut.

Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Ady Hermanto, mengatakan fenomena rob kali ini terjadi karena pengaruh gravitasi bulan saat fase new moon. “Pasang maksimum bisa menyebabkan air laut meluber ke daratan,” kata Ady, Senin (21/7).

Ia menjelaskan, Surabaya termasuk wilayah yang cukup sering mengalami rob, terutama antara Mei hingga Agustus. “Setahun bisa lebih dari dua kali kalau di Surabaya,” ujarnya.

Rob diprediksi akan berdampak pada sejumlah kawasan pesisir dan berpotensi mengganggu aktivitas warga. Salah satu titik rawan adalah Jalan Raya Kalianak, jalur utama penghubung Surabaya-Gresik yang kerap tergenang.

Ancaman rob semakin besar jika dibarengi hujan lebat. Menurut Ady, tinggi gelombang laut bisa mencapai 2,5 hingga 4 meter saat pasang maksimum. “Kalau bersamaan dengan hujan, ketinggian rob bisa cukup tinggi,” jelasnya.

Selain rob, Surabaya juga akan menghadapi cuaca panas ekstrem. Ady menyebut puncak suhu panas diperkirakan terjadi pada Oktober. “Gerak semu matahari akan menyebabkan posisi matahari tepat di atas Surabaya,” terangnya.

Meski saat ini masih musim kemarau, sejumlah wilayah di Surabaya sudah mulai diguyur hujan. Namun, hujan itu belum menandakan masuknya musim hujan. “Biasanya diiringi petir karena belum masuk musim hujan dan belum memenuhi kriteria dari BMKG,” ujarnya.

BMKG memprediksi musim penghujan akan mulai terjadi pada pertengahan atau akhir November mendatang, diawali oleh masa transisi pancaroba yang diperkirakan berlangsung sejak Oktober. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#Kota Surabaya #dampak rob surabaya #banjir rob #bmkg tanjung perak #fase bulan baru #new moon