RADAR SURABAYA — Kebun Binatang Surabaya (KBS) tengah bersiap melakukan transformasi besar. Tak ingin hanya dikenal sebagai destinasi wisata murah, KBS berambisi menjadi taman rekreasi keluarga modern yang mampu bersaing dengan tempat hiburan di kota-kota besar lainnya.
Sebagai langkah awal, Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS merencanakan kenaikan harga tiket masuk dari Rp 15 ribu menjadi Rp 25 ribu. Direktur Keuangan dan SDM PDTS KBS, Nahroni, menjelaskan kenaikan ini penting untuk mendukung pengembangan fasilitas dan peningkatan kualitas layanan.
“Harga lama sudah tidak sebanding dengan biaya operasional dan kebutuhan pembaruan fasilitas. Kami harap studi kelayakan bisa dipresentasikan ke Pemkot Agustus nanti,” ujarnya.
Dalam setahun terakhir, KBS mulai berbenah. Wahana baru seperti Rainbow Park dan bioskop 7D telah hadir untuk menambah daya tarik. Ke depan, berbagai permainan dan spot edukasi lainnya akan ditambahkan untuk menciptakan pengalaman yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi pengunjung.
Pembenahan juga dilakukan dari sisi akses. Kini, selain pintu utara, pintu selatan juga dibuka untuk pengunjung guna mengurangi antrean dan meningkatkan kenyamanan. “Distribusi pengunjung sekarang sudah seimbang antara dua pintu, tidak menumpuk seperti dulu,” kata Nahroni.
Dari sisi promosi, KBS kini lebih aktif memanfaatkan media sosial. Strategi digital ini dinilai efektif menjaring pengunjung dari kalangan generasi muda dan keluarga muda.
Meski masih ada posisi direksi yang kosong, Nahroni optimis kinerja PDTS KBS tetap solid. “Kalau dua direksi saja hasilnya sudah baik, apalagi kalau lengkap. Kami optimis ke depan akan lebih optimal,” ujarnya.
Kenaikan tarif ini diharapkan tak hanya menambah pendapatan, tapi juga membangun citra baru KBS sebagai taman satwa edukatif yang modern dan membanggakan warga Surabaya. (*)
Editor : Lambertus Hurek