RADAR SURABAYA - Pencuri kotak amal di musala Bratang Gede, Surabaya, ditangkap massa di kawasan Pasar Krukah, Ngagelrejo, Wonokromo, Surabaya, akhirnya ditahan. Tersangka Abdul Latip Daulai, 42, warga Jalan Kedung Turi atau kos di Jalan Krukah Utara, Surabaya.
Uniknya, tersangka ditangkap setelah diteriaki anak-anak yang ikut salat jamaah salat duhur di musala Jalan Bratang Gede, Surabaya.
"Tersangka dijerat pasal 362 KUHP tentang pencurian. Yang bersangkutan sudah ditahan," ujar Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Ipda M Zahari, Senin (21/7).
Dijelaskan Zahari, kasus pencurian kotak amal dilakukan tersangka di musala Jalan Bratang Gede, Ngagelrejo, Wonokromo Minggu (20/7) sekitar pukul 11.50.
Pelapor N, 62, saat itu menjadi imam salat. Beberapa jamaahnya diantaranya ada dari anak-anak. Mereka awalnya saat salat ada beberapa anak yang bergurau.
Mengetahui jemaah sedang salat, pelaku melancarkan aksi pencurian. Dia mencuri kotak amal yang ada di dalam musala. Salah satu anak yang mengetahui ada pencuri lantas berteriak maling.
"Anak-anak tersebut ada yang mengetahui dan berteriak terjadinya pencurian kotak amal milik musala yang dilakukan seorang laki-laki," sebutnya.
Setelah melarikan diri sekitar 300 meter, pelaku berhasil ditangkap massa. Pelaku lalu diamankan kembali ke musala beserta barang bukti kotak amal isi uang Rp 80 ribu. "Tersangka membawa sarana sepeda listrik ke lokasi. Sepeda kami amankan," terangnya.
Dari hasil pemeriksaan pria tersangka mengaku baru satu kali melakukan pencurian kotak amal di musala.
Diberitakan sebelumnya, seorang pencuri kotak amal diamankan warga di kawasan Pasar Krukah, Ngagelrejo, Wonokromo, Surabaya, Minggu (20/7) siang. Pelaku dikejar massa dan tertangkap di gang buntu.(rus/gun)
Editor : Guntur Irianto