RADAR SURABAYA – Semangat kepahlawanan Bung Tomo kembali dihidupkan melalui karya kreatif siswa SMKN 12 Surabaya. Bersama komunitas Puri Aksara Rajapatni, mereka memproduksi radio portabel yang diberi nama Radio Bung Tomo.
Radio ini tidak hanya menjadi simbol kreativitas anak muda, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan Surabaya. Inovasi ini terinspirasi dari hilangnya Rumah Radio Bung Tomo di Jalan Mawar 10 pada 2016, tempat Bung Tomo menyuarakan pidato-pidato heroik lewat gelombang radio untuk membakar semangat juang arek-arek Suroboyo melawan penjajah.
“Bung Tomo identik dengan radio. Maka, radio karya kreatif anak SMK ini layak diberi nama Radio Bung Tomo,” ujar AH Thony dari komunitas Puri Aksara Rajapatni, Minggu (20/7).
Radio Bung Tomo didesain sebagai perangkat USB Bluetooth modern dengan fitur unik: setiap kali dinyalakan, akan terdengar cuplikan pidato Bung Tomo, membangkitkan memori akan masa perjuangan.
Kepala SMKN 12 Surabaya, Cone Sutarto Arifin, mendukung penuh proyek ini. Ia percaya bahwa produk ini dapat menghidupkan kembali semangat juang melalui media seni dan teknologi. Sigit, guru pembimbing jurusan Kriya Kayu, menilai proyek ini mampu mengasah keterampilan siswa sekaligus menanamkan kecintaan terhadap sejarah.
“Anak-anak belajar berkreasi sekaligus memahami nilai-nilai perjuangan yang lahir di Surabaya,” ujar Sigit.
Putra Bung Tomo, Bambang Sulistomo, menyampaikan apresiasinya terhadap karya para pelajar tersebut. Ia menyebut radio modern dengan sentuhan sejarah ini menjadi pengingat penting atas perjuangan ayahnya.
“Ini menjadi semangat dari pengingat sejarah Bung Tomo,” katanya.
Sebagai Ketua Yayasan Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, Bambang menegaskan bahwa keluarga Bung Tomo mendukung penuh inisiatif ini sebagai bagian dari pelestarian nilai-nilai kejuangan di tengah generasi muda. (*)
Editor : Lambertus Hurek