Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dosen Unair Temukan Manfaat Rumput Laut Selat Madura untuk Kesehatan dan Kosmetika

Rahmat Sudrajat • Senin, 14 Juli 2025 | 13:48 WIB

 

TEMUAN: M. Nur Ghoyatul Amin saat menemukan ekstrak rumput laut yang dipercaya sebagai obat dan kosmetik.
TEMUAN: M. Nur Ghoyatul Amin saat menemukan ekstrak rumput laut yang dipercaya sebagai obat dan kosmetik.

RADAR SURABAYA - Sebagai negara maritim dengan kekayaan biota laut melimpah, Indonesia menyimpan potensi besar yang tak hanya terbatas pada konsumsi.

Salah satu mutiara tersembunyi dari laut adalah fucoidan, sebuah bahan aktif yang menjanjikan di bidang kesehatan dan kosmetika.

Fucoidan, yang diekstrak dari rumput laut coklat dan teripang, mengandung gugus sulfat yang memberikannya sifat bioaktivitas luar biasa.

Menurut pakar perikanan dan kelautan, M. Nur Ghoyatul Amin, fucoidan sebagai obat sapu jagat karena aktivitas bioaktifnya yang sangat luas.

"Fucoidan bermanfaat sebagai antidiabetes, antiinflamasi, antivirus, antibakteri, antikanker, dan antikoagulasi," paparnya, Minggu (13/7).

Saat ini, manfaat fucoidan yang memiliki aktivitas antikoagulasi dapat mencegah penggumpalan darah.

Hal ini sangat bermanfaat bagi penderita diabetes yang mana darahnya mudah mengental. Selain itu, manfaat lainnya sangat banyak sehingga bisa disebut sebagai obat sapu jagat.

Dengan wilayah laut yang luas, Indonesia memiliki sumber fucoidan yang melimpah, terutama rumput laut coklat yang banyak ditemukan di Selat Makassar, Selat Madura, Selat Lombok, hingga Tanjung Pinang. Namun, potensi ini belum sepenuhnya tergarap.

"Meski berpotensi, di Indonesia fucoidan belum terlalu dikenal," ungkap Ghoyatul.

Ia mengidentifikasi beberapa tantangan utama yaitu proses produksinya perlu investasi besar, sedangkan pasar untuk fucoidan di Indonesia belum maksimal.

"Selain itu, belum ada industri yang memproduksi fucoidan dan minimnya kajian ilmiah di Indonesia yang membahas fucoidan," tuturnya.

Ghoyatul menekankan pentingnya peran kampus dalam mengembangkan fucoidan.

"Sebagai wadah akademisi, kami harus melakukan kerja sama dengan industri dan pemerintah agar produk riset bisa semakin meluas," ujarnya.

Riset yang ada saat ini masih pada tahap dasar, yaitu karakterisasi dan produksi.

Ke depannya, ia berharap dapat terjalin kerja sama riset multidisiplin dengan peneliti farmasi dan dokter kulit.

Ia menyampaikan pesan penting kepada generasi muda. Sebagai akademisi ia mengajak generasi muda untuk mulai peduli ke sektor perikanan dan kelautan.

"Mengingat potensi maritim Indonesia sangatlah besar, namun minat generasi muda untuk masuk ke dunia perikanan dan kelautan masih rendah. Jika bukan kita yang mengolah SDA-nya, lalu siapa lagi?" tegas dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (Unair) ini. (rmt/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#negara maritim #penggumpalan darah #kosmetik #fucoidan #Unair #kesehatan #sapu jagat #dosen #selat madura #biota laut