Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Permudah Pembelajaran Siswa, 84 Guru SD Membuat Karya Digital Usai Pelatihan Coding dan AI di UM Surabaya

Andy Satria • Sabtu, 12 Juli 2025 | 00:44 WIB
BERMAIN DAN BELAJAR: Ananta Karismadi (kiri) memandu sejumlah siswa untuk menggunakan aplikasi Markiligi dalam belajar berhitung, setelah dapat pelatihan Coding dan AI di UM Surabaya, Jumat (11/7).
BERMAIN DAN BELAJAR: Ananta Karismadi (kiri) memandu sejumlah siswa untuk menggunakan aplikasi Markiligi dalam belajar berhitung, setelah dapat pelatihan Coding dan AI di UM Surabaya, Jumat (11/7).

RADAR SURABAYA - Sebanyak 84 guru Sekolah Dasar (SD) dari berbagai sekolah di Surabaya, mengikuti pelatihan intensif selama lima hari untuk belajar coding dan kecerdasan buatan (Artificial intelligence/AI) di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya.

Di akhir pelatihan, para guru diwajibkan untuk membuat karya dan langsung diuji coba oleh siswa SD.

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang mendorong integrasi teknologi dalam pembelajaran.

Para guru dibekali kemampuan dasar pemrograman dan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk menciptakan media belajar yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa.

Bertempat di Gedung G Teater 7 UM Surabaya, para peserta mempresentasikan lebih dari 30 produk edukatif yang telah mereka kembangkan.

Rata-rata produk berupa game edukasi berbasis platform Scratch, sebuah aplikasi pemrograman visual yang mudah diakses pemula.

Game tersebut mengangkat materi pelajaran seperti Matematika dan IPA, dan langsung diuji efektivitasnya oleh siswa SD yang turut diundang.

“Meski sebagian besar peserta tidak berlatar belakang teknologi informasi, mereka mampu menghasilkan karya yang kreatif dan relevan dengan dunia anak,” tutur Radius Setiyawan, Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Digitalisasi UM Surabaya, Jumat (11/7).

Radius menambahkan, pelatihan ini menjadi bukti bahwa guru-guru mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

“Ternyata, meskipun usia mereka tak lagi muda, tapi semangat dan kemampuannya untuk belajar coding dan AI sangat luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu, Ananta Karismadi, guru SD Kristen Petra 7 Surabaya yang merupakan salah satu peserta, memamerkan karya kelompoknya yang terdiri dari lima orang berupa game edukasi bertajuk Markiligi (Mari Kita Belajar Perkalian dan Pembagian).

Game ini dirancang untuk membantu siswa kelas 4 hingga 6 SD memahami konsep dasar matematika secara menyenangkan.

“Anak-anak wajib menyelesaikan soal sampai benar. Kalau salah, mereka akan diarahkan untuk mencoba lagi dengan petunjuk yang saya buat. Semua saya kembangkan dalam sehari,” jelas Ananta.

Dengan pendekatan yang ramah dan berbasis teknologi, pelatihan ini membuka jalan baru bagi pengembangan media pembelajaran yang lebih kreatif di ruang kelas. (sam/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#um surabaya #pembelajaran #surabaya #guru sd #coding #AI #universitas muhammadiyah #Pelatihan