RADAR SURABAYA - Langit Gunung Anyar Surabaya berwarna-warni belakangan ini. Ratusan anak memadati kawasan itu untuk bermain layangan, mengisi liburan sekolah dengan keceriaan.
Suasana riuh terdengar saat mereka saling mengadu layangan. Yang kalah jadi rebutan, memicu tawa riang. "Seru banget! Daripada main HP di rumah," kata Rayyan (10), sambil memegang tujuh layangan cadangan.
Athalla (9) juga antusias. "Sudah menang dua kali adu layangan," ujar bocah kelas 5 SD itu. Ia datang bersama teman-teman dan orang tua, bermain dari siang hingga sore.
Fenomena ini jadi berkah bagi pedagang. Misnadi, penjual layangan, mengaku bisa meraup Rp 500 ribu/hari. "Laris manis, apalagi pas sore," katanya. Harganya terjangkau: layangan Rp 2-3 ribu, benang Rp 10-30 ribu.
Meski seru, orang tua diminta waspada. Benang layangan yang melintang bisa membahayakan. "Awasi anak-anak saat bermain," pesan seorang warga. (*)
Editor : Lambertus Hurek