Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Perempuan di Rutan Surabaya Belajar Tata Rias dan Merajut dari Dosen dan Mahasiswa Unesa untuk Kemandirian Ekonomi 

Rahmat Sudrajat • Selasa, 8 Juli 2025 | 20:16 WIB

 

SUPAYA BERMANFAAT: Warga binaan rutan perempuan Kelas II Surabaya mendapatkan bekal tata rias dan merajut dari dosen dan mahasiswa Unesa.
SUPAYA BERMANFAAT: Warga binaan rutan perempuan Kelas II Surabaya mendapatkan bekal tata rias dan merajut dari dosen dan mahasiswa Unesa.

RADAR SURABAYA - Dalam upaya mendukung kemandirian ekonomi warga binaan setelah bebas, 40 warga binaan Rutan Perempuan Kelas II A Surabaya, mendapatkan pelatihan tata rias dan merajut.

Pelatihan ini digelar oleh para dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Ketua pelaksana, Suci Megawati mengaku, para warga binaan bersemangat mengikuti pelatihan tersebut.

Ia ingin ketika nantinya kembali di tengah masyarakat mereka mempunyai keterampilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kami ingin memastikan bahwa setelah kembali ke masyarakat, para warga binaan memiliki bekal keterampilan yang dapat digunakan untuk hidup mandiri secara ekonomi," ujar Suci, Selasa (8/7).

Menurutnya, pelatihan ini tak hanya mengajarkan keterampilan praktis, tetapi juga menanamkan nilai ketahanan ekonomi. Pelatihan praktik dibagi dua kelompok. 

Instruktur tata rias, Anam Miftakhul Huda, mengajarkan merias wajah sederhana, lengkap dengan alat dan bahan gratis. Kelompok merajut diajarkan membuat tas selempang dengan panduan visual.

Selain diberikan pelatihan mereka warga binaan juga mendapatkan materi bela negara melalui ketahanan ekonomi.

Dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Unesa, Raden Roro Nanik Setyowati, menekankan pentingnya bekal ekonomi pasca-rutan dan berbagi inspirasi dari keberhasilan program serupa di Yogyakarta.

"Keterampilan ini bukan sekadar penghasilan, tetapi juga kunci untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan berkontribusi bagi masyarakat,"  ujarnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Perempuan Kelas II A Surabaya, Yuyun Nurliana, menyambut positif inisiatif ini.

Pelatihan ini bisa membekali warga binaan dengan kemampuan yang bisa berguna bagi mereka ketika kembali ke masyarakat.

"Mereka bisa lebih produktif, dan fokus berkarya yang positif agar saat bebas bisa melakukan hal yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat," harap Yuyun.

Program PKM ini melibatkan dosen dan mahasiswa Unesa yang berkomitmen untuk memberdayakan warga binaan. Partisipasi aktif ini menunjukkan sinergi positif antara akademisi dan lembaga pemasyarakatan. 

"Semoga pelatihan ini menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah bagi para warga binaan," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya #UNESA #Rutan Perempuan Kelas II A Surabaya #warga binaan #kemandirian ekonomi