Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Penyakit Gangguan Jiwa Meningkat di RS Menur Surabaya, Bed Occupancy Rate Capai 100 Persen

Rahmat Sudrajat • Selasa, 8 Juli 2025 | 17:03 WIB

 

DIPERSIAPKAN: Salah satu ruangan untuk pasien di RS Menur Surabaya, saat ini BOR di RS Menur mengalami peningkatan terutama didominasi penyakit gangguan jiwa.
DIPERSIAPKAN: Salah satu ruangan untuk pasien di RS Menur Surabaya, saat ini BOR di RS Menur mengalami peningkatan terutama didominasi penyakit gangguan jiwa.

RADAR SURABAYA - Rumah Sakit Menur Provinsi Jawa Timur di Surabaya mengalami peningkatan signifikan pada jumlah pasien dengan gangguan jiwa. 

Meskipun kini menerima pasien rujukan umum, mayoritas tempat tidur masih terisi oleh pasien penyakit jiwa.

Direktur Utama RS Menur, drg. Vitria Dewi, mengungkapkan bahwa jumlah pasien dengan gangguan jiwa yang ditangani meningkat.

Ia menyebut dari 390 tempat tidur yang disediakan oleh RS Menur untuk pasien sebanyak 372 tempat tidur untuk pasien penyakit jiwa.

"Ya memang dari 390 tempat tidur, 372 itu untuk bed (penyakit, Red) jiwa dan sisanya itu untuk non jiwa (umum). Dan 372 bed untuk pasien penyakit jiwa itu sudah penuh," ungkapnya, Selasa (8/7).

Pasien penyakit jiwa yang menjalani perawatan di RS Menur Surabaya berbagai macam. Bahkan drg. Vitria menyebut Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat penghunian tempat tempat tidur bisa mencapai 93-100 persen. 

"BOR bisa 93 persen kadang di satu tempat 100 persen. Kita ngeceknya per ruangan, misalnya ruangan a kapasitasnya 80 tapi sekarang pasiennya sudah 79. Itu kita cek setiap hari," terangnya.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya ketahanan mental di lingkungan sosial maupun keluarga dalam menghadapi permasalahan kesehatan jiwa.

"Jadi kalau melihat banyaknya pasien penyakit jiwa, maka sehat jiwa itu penting dan harus," ujar drg. Vitria.

Pasien gangguan jiwa yang dirawat di RS Menur juga dari berbagai daerah di Jawa Timur. Seperti kecanduan judi (judol) yang saat ini menjadi candu di tengah masyarakat dan tak sedikit orang yang kecanduan judol terganggu jiwanya.

Bahkan, data RS Menur hingga April 2025 menunjukkan 51 pasien kecanduan judi online, 35 rawat jalan dan 16 rawat inap dan IGD. 

Ditambah pasien rehabilitasi Napza yang juga kecanduan judi online, total pasien judi online di RS Menur mencapai 74 orang pada pertengahan 2025 meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu sebanyak 68 orang.

Meski demikian drg. Vitria menyebut bahwa saat ini RS Menur sudah menerima masih rujukan umum. Seperti ortopedi, jantung, penyakit dalam hingga persalinan.

"Yang pasien rujukan umum juga sudah ada dan susah berjalan. Seperti ada yang melahirkan, ortopedi hingga penyakit dalam," jelasnya.

RS Menur yang sebelumnya RS Jiwa Menur perlahan memang sudah menjadi RS yang menerima pasien umum.

"Jadi kalau menghilangkan RS jiwa itu tidak, cuma kami menghilangkan stigma jiwanya itu maka kami menyebutnya RS Menur Provinsi Jawa Timur," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#napza #gangguan jiwa #surabaya #pasien umum #Jawa Timur #pasien #kecanduan judi online #BOR #rs menur