RADAR SURABAYA - Sebuah pameran lukisan yang tak biasa hadir di Surabaya.
Mengusung tajuk “Tak Kasat Mata”, enam perupa dari berbagai kota di Jawa Timur menampilkan karya-karya yang menantang imajinasi dan menggugah perasaan.
Bertempat di Galeri Merah Putih, Komplek Alun-Alun Kota Surabaya, pameran ini menjadi debut komunitas seni Tak Kasat Mata dalam memperkenalkan karya-karya abstrak kepada publik.
Ekotomo, ketua pameran sekaligus pelukis asal Jombang, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan bentuk eksplorasi bersama dalam dunia seni non-realis.
“Pameran ini intinya kami ingin membentuk kelompok yang berbeda. Karya-karya yang kami tampilkan lebih mengedepankan imajinasi dan ide-ide dari para perupa, sehingga kami beri judul Tak Kasat Mata, sesuai dengan nama komunitas kami,” ujarnya, Senin (7/7).
Sebanyak 12 lukisan dipajang, hasil goresan enam perupa dari Pacitan, Kediri, Ponorogo, Nganjuk, dan Jombang.
Masing-masing perupa menghadirkan dua karya yang mewakili gaya dan ekspresi pribadi mereka.
Meskipun menampilkan karya-karya abstrak, namun sejatinya tidak semua anggota komunitas ini beraliran abstrak.
Ada beberapa yang memiliki gaya dekoratif-ekspresif hingga realis.
Uniknya, pertemuan pertama seluruh anggota komunitas Tak Kasat Mata justru terjadi menjelang pameran ini.
“Kami awalnya hanya berkomunikasi lewat grup WhatsApp. Pertemuan langsung baru terlaksana saat membahas pameran ini, dan ternyata langsung nyambung,” kata Ekotomo.
Para seniman ini sebelumnya tergabung dalam Komunitas Perupa Jawa Timur (Koperjati).
Meski memiliki latar belakang profesi yang beragam mulai dari arsitek hingga pendidik, semangat mereka untuk mengeksplorasi dunia seni tak pernah pudar.
Bersama Tak Kasat Mata, mereka ingin menjadikan kanvas sebagai media untuk menyalurkan ide dan perasaan yang mungkin tak terungkapkan secara nyata.
“Judul Tak Kasat Mata sendiri kami pilih karena terasa misterius, mudah diingat, dan membuat orang penasaran. Itu sesuai dengan karakter karya-karya kami yang membutuhkan ‘penglihatan lain’ untuk menikmatinya,” tambahnya.
Dukungan dan dan sambutan dari para perupa di Surabaya, menjadi motivasi tersendiri bagi komunitas ini untuk terus berkembang dan menggelar pameran-pameran berikutnya. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa