Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya Sebut Cuaca Baik Saat KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam, Dugaan Mengarah pada Faktor Non-Alam

Rahmat Sudrajat • Jumat, 4 Juli 2025 | 00:11 WIB
Tim gabungan saat mengevakuasi korban KMP Tunu Pratama.
Tim gabungan saat mengevakuasi korban KMP Tunu Pratama.

RADAR SURABAYA - Tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali Kamis (3/7) dini hari tadi menyisakan tanda tanya besar.

Pasalnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Maritim Perak Surabaya (BMKG) mengungkapkan kondisi cuaca saat kejadian terbilang cerah dan tenang.
Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Arief Wiyono, menjelaskan berdasarkan citra radar dan satelit, saat kejadian kondisi cuaca di perairan tersebut cerah berawan.

"Tinggi gelombang relatif tenang, berkisar 0,4 hingga 1 meter, yang dikategorikan rendah," ujarnya, Kamis (3/7).
Kecepatan angin juga terbilang normal, berkisar dari 2,5 hingga 13,8 knot, dengan arah dominan dari tenggara hingga barat daya.

Data HF Radar di Selat Bali menunjukkan arus permukaan bergerak ke arah selatan dengan kecepatan 0,03 hingga 1,7 meter per detik.

Kondisi cuaca yang baik ini menimbulkan dugaan bahwa tenggelamnya kapal bukan disebabkan faktor alam.

"Ada kemungkinan faktor teknis atau human error yang masih harus ditelusuri lebih lanjut," jelasnya.

Sementara itu, Setyo Nugroho, pengamat transportasi laut dari Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, menyebutkan ada tiga faktor utama penyebab kecelakaan kapal laut yakni teknis, human error, dan faktor alam.

Namun, ia menekankan bahwa mayoritas insiden kapal di Indonesia 80 persen terjadi karena masalah stabilitas kapal yang tidak seimbang dengan muatannya.

"Kondisi ini diperparah dengan cara penempatan muatan yang tidak diatur dengan baik, serta pengikatan barang yang sering diabaikan," jelas Setyo.

Faktor teknis seperti kebocoran akibat perawatan yang buruk juga menjadi pemicu fatal lainnya.

Terkait insiden KMP Tunu Pratama, Setyo menilai dibutuhkan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

"Penyelidikan ini penting untuk menjadi pembelajaran dan bukan sekadar insiden berulang yang tak pernah mendapat solusi jangka panjang," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#tenggelam #its #kapal terbalik #kmp tunu pratama #transportasi #kecelakaan kapal #selat bali #bmkg maritim tanjung perak