RADAR SURABAYA - Kisah nenek Nasikah, 74, yang sempat viral setelah video dirinya diantar ke Griya Lansia Khusnul Khatimah, Malang, Jawa Timur, beredar di media sosial, kini menemukan titik terang.
Nenek Nasikah telah kembali ke Surabaya dan berada dalam perawatan keluarganya. Beredarnya video tersebut menimbulkan persepsi bahwa nenek Nasikah ditelantarkan anaknya.
Namun Fitriyah, anak nenek Nasikah, membantah tuduhan tersebut. "Saya tidak pernah berniat menelantarkan ibu saya," tegas Fitriyah, Rabu (2/7).
Fitriyah menjelaskan bahwa keputusannya membawa ibunya ke panti jompo dilatarbelakangi oleh kondisi yang sulit.
"Ibu saya sering keluar rumah tanpa izin dan memaksa pulang ke rumah lama," ujar perempatan 42 tahun ini.
Rumah Fitriyah yang berukuran 4x4 meter persegi dan dihuni bersama suami, anak, dan mertuanya, membuat perawatan nenek Nasikah menjadi sangat terbatas.
"Dengan berat hati, saya dan kakak saya memutuskan untuk membawa Ibu ke panti jompo di Malang, berharap mendapatkan perawatan yang lebih baik," imbuh Fitriyah.
Ia berharap panti jompo dapat memberikan perawatan yang lebih memadai bagi ibunya. Namun, viralnya video tersebut memicu reaksi publik.
"Setelah video itu viral, kami langsung membawa Ibu pulang ke Surabaya," kata Sri Rahayu, kakak Fitriyah.
Kurang dari 24 jam setelah video tersebut beredar, nenek Nasikah telah kembali ke tengah keluarga.
Saat ini, Nenek Nasikah tinggal di sebuah rumah kos sederhana di kawasan Babatan, Surabaya. "Meskipun sederhana, ini tempat yang membuatnya bahagia," ungkap Fitriyah.
Ia dan Sri Rahayu, bersama dua anggota keluarga lainnya, secara bersama-sama merawat dan menanggung seluruh kebutuhan Nenek Nasikah.
"Kami akan memastikan ibu mendapatkan perawatan dan kasih sayang yang layak," pungkasnya. (rmt)
Editor : Nurista Purnamasari