RADAR SURABAYA – Pemerataan pembangunan jadi sorotan Ketua Panitia Khusus (Pansus) RPJMD DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto. Ia menekankan pentingnya infrastruktur yang menjangkau seluruh wilayah kota, tidak hanya pusat kota. Dua proyek strategis yang disorot adalah Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) dan Jalur Lingkar Luar Timur (JLLT).
“Wilayah barat terus berkembang sebagai permukiman baru. JLLB akan jadi penghubung penting ke Gresik, dan mengurai kepadatan di pusat kota,” ujar Achmad, Minggu (29/6).
Sementara JLLT, menurut politisi Golkar itu, punya peran vital sebagai jalur logistik. Jalur ini menghubungkan Pelabuhan Tanjung Perak hingga Bandara Juanda dan Sidoarjo.
“JLLT bukan sekadar jalan biasa. Ini jalur ekonomi. Dengan jalur ini, kendaraan berat tak perlu lewat tengah kota,” tambahnya.
Achmad juga menegaskan, pembangunan harus menyentuh kampung-kampung. Jalan lingkungan, saluran air, dan fasilitas dasar lain perlu diperbaiki agar warga pinggiran kota juga merasakan manfaat pembangunan.
“Pemerataan ini penting. Surabaya harus tertata dari pusat sampai pinggiran,” tegasnya.
Proyek JLLB dan JLLT ini sejalan dengan visi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025. Dalam rapat paripurna DPRD 3 Maret lalu, Eri memaparkan berbagai tantangan fiskal dan kebutuhan anggaran untuk pembangunan kota.
Penanganan banjir saja butuh anggaran Rp 9,6 triliun. Sementara sektor pendidikan dan kesehatan masing-masing dialokasikan Rp 2,5 triliun dan Rp 2,7 triliun. Untuk mendukung layanan masyarakat seperti RT, RW, guru ngaji, dan pengurus rumah ibadah, pemkot menyiapkan Rp 1,4 triliun per tahun.
Proyek infrastruktur, termasuk JLLB dan underpass Taman Pelangi, diperkirakan memakan anggaran hingga Rp 10,6 triliun. Program sosial seperti perbaikan 8.176 rumah tidak layak huni (Rutilahu) dialokasikan Rp 286 miliar. Ada pula anggaran Rp 450 miliar untuk jaminan kesehatan semesta.
Untuk mendukung pendidikan, pemkot mengucurkan Rp 55 miliar bagi 3.600 pelajar dan mahasiswa. Sementara penerangan jalan umum di 30 ribu titik menyedot Rp 280 miliar. (dim)
Editor : Lambertus Hurek