Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BPBD Surabaya Prioritaskan 10 Wilayah Rawan Rob, Perkuat Langkah Mitigasi dan Penanganan Cepat

Dimas Mahendra • Minggu, 29 Juni 2025 | 23:38 WIB
Genangan air laut atau banjir rob di kawasan Kalianak Surabaya. (IST)
Genangan air laut atau banjir rob di kawasan Kalianak Surabaya. (IST)

RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menetapkan 10 wilayah pesisir sebagai prioritas penanganan rob. Sejumlah langkah mitigasi dan respons cepat telah dilakukan untuk mengatasi dampak genangan air laut yang masuk ke pemukiman warga.

Kepala BPBD Kota Surabaya, Irvan Widyanto, menyatakan bahwa saat ini tim telah melakukan pemetaan kawasan terdampak dan akan segera bertemu warga untuk menyusun langkah bersama dalam menghadapi potensi rob yang bisa terjadi secara berkala.

“Kami akan berdiskusi langsung dengan warga bersama PD terkait. Tujuannya agar ada pemahaman bersama soal apa yang harus dilakukan ketika rob terjadi,” ujar Irvan kepada Radar Surabaya, Minggu (29/6).

Berdasarkan pemetaan terbaru, wilayah yang mengalami genangan rob meliputi Jalan Kalianak Gang Belakang, Jalan Morokrembangan RW 08 Krembangan, Jalan Greges Barat dan Timur Asemrowo, Dk Kalisari Romokalisari Benowo, Jalan Kalimas Baru Pabean Cantikan, Sukolilo Baru Gang VIII Bulak, DK Gendong Benowo, Wisma Tirta Agung Gunung Anyar, Wonorejo Timur Rungkut

Genangan tertinggi tercatat di wilayah Wonorejo Timur dengan ketinggian hingga 45 cm di jalan dan 30 cm di dalam rumah warga. Di beberapa titik lainnya, genangan berkisar antara 15 hingga 30 cm.

Untuk penanganan darurat, BPBD bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) telah menurunkan personel dan alat untuk penyedotan air di rumah warga. Selain itu, pemerintah lewat dinas terkait menurutnya juga melakukan peninggian tanggul menggunakan sandbag.

“TRC BPBD telah turun langsung memantau ketinggian air, melakukan assessment, serta penyedotan di rumah-rumah terdampak. DSABM juga melakukan peninggian tanggul di titik rawan,” jelas Irvan.

Sebanyak dua dump truck berisi sandbag disiagakan di lapangan. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan BMKG Maritim Tanjung Perak untuk memantau pasang surut air laut secara real time.

Puncak pasang rob terpantau terjadi pukul 11.00 WIB, dan mulai surut sepenuhnya sekitar pukul 14.00 WIB. Kendati sebagian warga menolak bantuan penyedotan, BPBD tetap siaga dengan pendekatan persuasif.

“Semua langkah ini dilakukan agar warga merasa aman, dan bisa mengantisipasi bila rob kembali terjadi. Mitigasi jangka panjang juga terus kami siapkan bersama dinas teknis,” tambahnya.

Saat ini BPBD bersama unsur terkait terus memonitor perkembangan dan bersiap menggelar pertemuan komunitas di kawasan pesisir untuk edukasi dan perencanaan aksi cepat ketika rob berulang. (dim)

Editor : Lambertus Hurek
#dampak banjir rob #BPBD Surabaya #banjir rob #Antisipasi rob Surabaya #kalianak