RADAR SURABAYA - Banjir rob kembali melanda wilayah Kalianak dan sekitarnya antara pukul 08.00-10.30 WIB. Genangan air dengan ketinggian 10-20 sentimeter menggenangi puluhan rumah di beberapa perkampungan, seperti di Kalianak Timur Gang Belakang, menyebabkan akses jalan terhambat dan memperlambat laju kendaraan di Jalan Kalianak.
Asbiansyah, warga Kalianak Timur Gang Belakang mengungkapkan, banjir rob akhir-akhir ini terjadi cukup sering dan tak terduga, bahkan bisa mencapai 2-3 kali dalam waktu dekat. "Sumber airnya dari rembesan saluran, bukan luapan," jelasnya, Jumat (27/6).
Ia menambahkan, banjir rob biasanya terjadi sekitar pukul 07.30-08.00 WIB. Warga telah berupaya melakukan berbagai antisipasi, seperti merenovasi rumah agar lebih tinggi dan membuat tanggul kecil di akses menuju rumah.
Namun, Asbiansyah berharap adanya solusi jangka panjang, seperti pembangunan pintu air di sejumlah titik untuk melindungi kawasan tersebut. "Kalau ada pintu air, bisa melindungi banyak kawasan," harapnya.
Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak, Ady Hermanto, menjelaskan bahwa pasang air laut maksimum di wilayah pesisir diperkirakan terjadi hingga 28 Juni.
"Ini dipicu oleh fase bulan baru atau new moon, yang menyebabkan air laut mengalami pasang maksimum," kata Ady.
Ia menambahkan, potensi banjir rob diperkirakan terjadi mulai 23-28 Juni. BMKG Maritim Tanjung Perak telah memberikan imbauan kepada masyarakat di wilayah pesisir untuk waspada dan memperhatikan peringatan dini dari BMKG. "Hindari beberapa titik banjir rob karena airnya bersifat korosif," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari