RADAR SURABAYA — Perayaan Tahun Baru Jawa 1 Suro di Kelenteng Hong San Ko Tee yang terletak di Jalan Cokroaminoto 12, Surabaya, berlangsung khidmat dan penuh nuansa tradisi pada Jumat pagi (27/6).
Seperti tahun-tahun sebelumnya, jemaat kelenteng mengikuti sembahyang bersama dan ritual tumpeng suroan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan harapan akan tahun yang penuh berkah.
Puluhan tumpeng berisi berbagai jenis makanan dihaturkan di pelataran kelenteng sejak pagi hari. Tumpeng-tumpeng tersebut dibawa oleh umat dari Surabaya maupun luar kota untuk didoakan bersama.
"Energi umat sangat luar biasa. Setiap tahun antusiasmenya tinggi. Bahkan banyak juga yang mengirim tumpeng dari luar kota untuk ikut didoakan," kata Erdiana Tedjaseputra, salah satu pengurus Kelenteng Hong San Ko Tee.
Menurut Erdiana, kelenteng yang populer disebut Kelenteng Cokro ini memang memiliki keterikatan erat dengan budaya Jawa. Salah satu altar utamanya adalah altar Dewi Sri, yang dikenal sebagai dewi padi dalam tradisi Jawa dan simbol kemakmuran.
“Setiap malam Jumat Legi, kami juga rutin mengadakan tumpengan dan sembahyangan di kelenteng. Ini bagian dari menjaga nilai-nilai tradisi yang sudah turun-temurun,” tambahnya.
Ia berharap momentum Tahun Baru Jawa yang juga bertepatan dengan Tahun Baru Islam ini membawa kebahagiaan, keselamatan, dan kemakmuran bagi seluruh jemaat dan bangsa Indonesia secara umum.
"Kita jangan sekali-kali melupakan budaya leluhur. Justru dari situlah jati diri kita terbentuk," ujar Erdiana. (*)
Editor : Lambertus Hurek