RADAR SURABAYA - Setelah sehari semalam menanti di Jeddah, Arab Saudi, sebanyak 380 jemaah haji Kloter 43 asal Banyuwangi, Jawa Timur, akhirnya tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya Kamis (26/6) malam.
Kepulangan mereka disambut sukacita, meski sempat diwarnai kepanikan dan kekhawatiran. Sejumlah jemaah bahkan sampai membuat status di media sosial meminta bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk segera dipulangkan.
Pasangan suami istri, Muslimin dan Tutut, misalnya. Mereka mengaku sempat menangis dan ketakutan karena penundaan kepulangan. Kecemasan mereka semakin bertambah karena Kloter 44, yang juga mengalami penundaan, telah lebih dulu tiba di tanah air.
"Kami khawatir sekali, sampai-sampai membuat status di medsos meminta bantuan Presiden Prabowo," ungkap Muslimin.
Bahkan ia mengaku pertama kali mendapatkan informasi penundaan kepulangan alasannya keamanan. "Jadi gak disebutkan alasannya kenapa. Informasimya dari pihak kloter hanya karena keamanan saja. Akhirnya saya cari informasi sendiri di medsos ternyata ada perang," terangnya.
Penundaan kepulangan Kloter 43 dan 44 diakibatkan oleh pertimbangan keamanan jalur udara akibat eskalasi konflik Iran-Israel yang berdampak pada operasional maskapai sehingga mengakibatkan Bandara Internasional Muscat di Oman ditutup.
Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya, Sugiyo, memastikan seluruh jemaah Kloter 43 dalam kondisi sehat dan tidak mengalami trauma psikis.
"Selama dua hari di Jeddah, jemaah ditempatkan di hotel dengan fasilitas terbaik dan mendapatkan layanan prima. Kami juga terus berkoordinasi dengan Kantor Kemenag Kabupaten Banyuwangi untuk menyampaikan informasi terkini kepada keluarga jemaah," jelas Sugiyo.
Ia menambahkan bahwa Kloter 44 telah tiba lebih dulu pada Rabu sore (25/6). "Setelah penundaan Kloter 43 dan 44, Alhamdulillah penerbangan kloter berikutnya berjalan lancar sesuai jadwal. Tidak ada kloter lain yang mengalami keterlambatan," terangnya.
Hingga Kamis malam, jumlah jemaah haji yang telah tiba di Asrama Haji Surabaya mencapai 18.934 orang dari 50 kloter, atau sekitar 51 persen dari total 36.815 jemaah yang dijadwalkan kembali melalui Debarkasi Surabaya. (rmt/gun)
Editor : Guntur Irianto