RADAR SURABAYA - Adjar Marsudi, jemaah haji Kloter 83 Embarkasi Surabaya asal Kabupaten Probolinggo, meninggal dunia di Tanah Suci. Sebelumnya, Adjar dilaporkan hilang di Mina saat puncak ibadah haji.
Ia ditemukan setelah berjalan beberapa kilometer dan sempat dirawat di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal.
Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya, Sugiyo, membenarkan kabar tersebut. Ia meluruskan informasi yang beredar sebelumnya terkait jarak yang ditempuh Adjar.
"Benar tersesat di Mina, tetapi tidak sejauh 11 kilometer seperti yang diberitakan. Beliau juga bukan dari Surabaya, melainkan Kabupaten Probolinggo," jelas Sugiyo, Kamis (26/6).
Sugiyo menjelaskan, Adjar ditemukan dalam hitungan jam setelah dilaporkan hilang dan tidak jauh dari lokasi Mina.
"Setelah menjalani perawatan, ia kembali ke hotel dalam kondisi sehat. Namun, beberapa hari kemudian kondisinya menurun dan harus dibawa ke rumah sakit karena memiliki riwayat penyakit stroke. Beliau meninggal dunia di rumah sakit," jelasnya.
Adjar Marsudi, warga Plerenan 106 RT 3/RW 10 Sumber Kedawung Leces, Kabupaten Probolinggo, meninggal dunia pada 16 Juni pukul 04.00 Waktu Arab Saudi.
Jumlah jemaah haji Embarkasi Surabaya yang meninggal dunia di Tanah Suci terus bertambah, kini mencapai 82 orang.
Termasuk jemaah yang meninggal sebelum berangkat, saat di Embarkasi (4 orang), dan di pesawat (2 orang).
"Kami berdoa semoga mereka husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," harap Sugiyo.
Sugiyo juga menyampaikan bahwa pencarian terhadap Sukardi, jemaah haji asal Kabupaten Malang yang hilang sejak 29 Mei, masih terus dilakukan.
"Pencarian difokuskan oleh tim Linjam, menyisir rumah sakit dan tempat-tempat yang memungkinkan. Ada kemungkinan juga beliau berada di Jeddah. Kemungkinan Sukardi tertinggal di Jeddah karena tidak membawa identitas diri,” jelasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari