RADAR SURABAYA – Dinas Kesehatan Kota Surabaya mencatat per 24 Juni 2025, tidak ada lagi kasus aktif Covid-19 yang terdeteksi di kota ini.
Seluruh 27 kasus yang sebelumnya terkonfirmasi positif telah dinyatakan sembuh oleh tim medis.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menyebut kondisi ini sebagai hasil positif dari upaya pengendalian dan penanganan yang terus dilakukan Pemkot Surabaya bersama lintas sektor.
Meski begitu, ia mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatan.
“Hingga per 24 Juni 2025, seluruh 27 kasus Covid-19 di Kota Surabaya telah dinyatakan sembuh oleh tim medis. Saat ini tidak terdapat kasus aktif yang masih dalam perawatan,” ujar Nanik saat dikonfirmasi, Kamis (26/6/2025).
Dari hasil tracing, sebagian besar kasus tersebut diketahui tertular melalui aktivitas di tempat umum.
Tidak ada riwayat perjalanan luar negeri dari para pasien. Ini menunjukkan bahwa mobilitas tinggi di ruang publik masih berpotensi menjadi titik rawan penularan.
Untuk mengantisipasi lonjakan kasus baru, Pemerintah Kota Surabaya telah mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota tertanggal 6 Juni 2025 tentang peningkatan kewaspadaan.
Beberapa langkah strategis yang diambil antara lain, disiplin protokol kesehatan melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Lalu penggunaan masker di tempat umum dan fasilitas kesehatan.
"Isolasi mandiri bagi warga yang bergejala atau terkonfirmasi positif. Pemeriksaan dini ke fasilitas layanan kesehatan jika mengalami batuk, demam, atau sesak napas," urainya.
Selain itu, Nanik melanjutkan, edukasi berkelanjutan melalui tokoh masyarakat dan penyebaran informasi di ruang publik maupun media sosial juga turut penting untuk dilakukan.
Pemkot juga membentuk kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan RT/RW, tokoh masyarakat, dan tokoh agama dalam edukasi serta penguatan kewaspadaan kolektif di lingkungan masing-masing.
Meski saat ini belum ada rencana pembatasan mobilitas warga, Nanik menegaskan bahwa Pemkot siap melakukan evaluasi apabila terjadi lonjakan kasus yang signifikan.
“Saat ini belum ada kebijakan pembatasan skala besar (seperti PSBB/PPKM) dari Pemerintah Pusat, namun Pemerintah Kota Surabaya siap mengevaluasi jika terjadi peningkatan kasus yang signifikan di Kota Surabaya,” tegasnya.
Dengan kondisi nihil kasus aktif saat ini, Pemkot berharap warga Surabaya tidak lengah, tetap waspada, dan menjaga kebiasaan hidup sehat untuk mencegah potensi penyebaran ulang virus di lingkungan masing-masing. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari