RADAR SURABAYA - Setelah sempat tertunda akibat situasi yang tidak kondusif di Timur Tengah imbas konflik Iran-Israel, dua kloter jemaah haji Debarkasi Surabaya, yakni kloter 43 dan 44 asal Banyuwangi dan Pamekasan, akhirnya dipulangkan mulai hari ini dan besok Kamis (26/6).
Kloter 44 dijadwalkan landing Rabu siang di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo pukul 14.43 sementara kloter 43 pukul 18.20 WIB.
Keluarga jemaah haji kloter 43 dan 44 yang sebelumnya cemas dengan penundaan kepulangan akibat memanasnya konflik Iran-Israel, kini bisa sedikit bernapas lega.
"Alhamdulillah, kami sudah mendapat pemberitahuan resmi bahwa kloter 43 dan 44 telah diberangkatkan hari ini," tegas Sugiyo, Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya.
Lebih lanjut, Sugiyo menjelaskan, penundaan kepulangan kloter 43 dan 44 tidak berdampak pada kepulangan kloter lain.
"Terbukti hari ini kloter 45 dan 46 telah tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya," imbuhnya.
Sugiyo memastikan seluruh penerbangan ke tanah air termasuk ke Juanda kembali normal karena Bandara di Muscat Oman sudah dibuka pasca memanasnya konflik Israel-Iran.
"Alhamdulillah kondisi sudah normal karena bandara di Muscat Oman sudah dibuka. Hari ini masuk ke Asrama Haji Surabaya 3 kloter termasuk kloter 44 dan untuk kloter 43 akan tiba besok Kamis pukul 18.20 WIB," tuturnya.
PPIH Debarkasi Surabaya terus memantau proses kepulangan seluruh jemaah haji dan memastikan mereka tiba di rumah masing-masing dengan selamat.
Sugiyo juga meminta jemaah di kloter selanjutnya agar tidak perlu khawatir dengan penerbangan selanjutnya.
Karena di kloter sebelumnya sempat was was apalagi ketika berada di Bandara Internasional Muscat Oman yang sempat di tutup.
"Insyaallah kami terus koordinasi dengan PPIH Arab Saudi. Jangan khawatir pemerintah terus memantau kepulangan jemaah," imbaunya.
Kepulangan jemaah haji ini disambut sukacita oleh keluarga yang telah menanti kepulangan mereka.
Suasana haru dan bahagia terlihat di Asrama Haji Sukolilo saat kedatangan kloter 45 dan 46. Mereka berharap kloter 43 dan 44 juga dapat tiba dengan selamat.
"Ya saya jemput keluarga bibi saya. Alhamdulillah bisa pulang karena kemarin sempat tertunda karena ada perang di sana," ujar Nur Qomariyah.
Nur sempat khawatir bibinya tidak bisa pulang karena penutupan bandara. Namun akhirnya setelah mendapat kabar Kepulangan dia pun bergegas dari Banyuwangi untuk menjemput sang bibi ke Asrama Haji Debarkasi Surabaya.
"Begitu saya dapat kamar kalau sudah berangkat dari Jeddah saya langsung menjemput bibi ke Surabaya," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari