RADAR SURABAYA - Seorang ibu muda berinisial SPSH alias Sella, 28, menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya WA, 26, di rumah kawasan Dukuh Menanggal, Gayungan Surabaya. Akibat aksi pelaku, korban mengalami luka lebam di kening dan di beberapa tubuhnya.
Kasus KDRT tersebut akhirnya dilaporkan korban ke Polrestabes Surabaya. Korban Sella mengatakan semula sudah pulang ke rumah orang tuanya dan pamitan suaminya di Rungkut Lor sejak Sabtu (14/6). Sebab saat itu suaminya ikut bekerja serabutan di Madura.
"Di rumah gak ada orang. Saya dan anak-anak ke sini (rumah Rungkut) gak ada masalah," ungkapnya, Selasa (24/6).
Sella menjelaskan, kebetulan pada hari Minggu (15/6) suami menghubungi menggunakan nomor saudara. Sebab HP hanya satu dipakai gantian. Dalam komunikasi lewat ponsel itu suaminya meminta HP diantar ke rumah di Dukuh Menanggal.
Setelah HP diantar Sella mengaku kembali rumah orang tuanya di Rungkut. Saat itu belum ada masalah. Lalu setelah itu terjadi cekcok antara hari Senin, Selasa, Kamis. Suami korban meminta uang yang dikasihkan ke korban hendak diminta lagi. "Lalu cekcok. Terus saya capek, saya minta pisah. Tiba-tiba dia mengiyakan. Dia bilang; jijik ke aku dan aku engga butuh kamu lagi. Intinya begitu," terangnya.
Ia melanjutkan pada Kamis siang (19/6) anak pertama berusia 3, 5 tahun panas. Korban kemudian membawa anaknya ke rumah suaminya di Dukuh Menanggal sekitar pukul 16.30. Sesampainya di rumah tersebut korban masuk rumah dan membuka kamar.
Dia mendapati suaminya telfonan sambil senyum-senyum. Korban sempat bertanya baik-baik ke suaminya mengenai sosok yang ditelfon.
"Saya coba ambil HP nya. Dia enggak mau. Awalnya saya didorong, pakai tangan aja. Dia engga mau, tetap gak mau. Saya tetap minta. Akhirnya ada insiden pemukulan itu," bebernya.
Sella mengaku saat itu dipukuli suaminya menggunakan tangan kosong di bagian kepala dan anggota tubuh lainnya. Suaminya memukuli mulai dari dalam rumah hingga ke depan rumah. Mirisnya aksi pemukulan itu terjadi saat korban membawa anaknya. Video setelah pemukulan tersebut juga diunggah korban di akun medsosnya hingga tersebar luas.
"Kening saya dipukul sama tangan kosong berkali-kali. Sempat ada yang berdarah," tuturnya.
Setelah kejadian korban mendatangi Polsek Gayungan untuk melaporkan kasus KDRT. Namun karena Polsek tidak menangani kasus KDRT korban melapor ke Polrestabes Surabaya, Kamis sekitar pukul 20.00. Saat itu juga langsung visum dan dimintai keterangan di Polrestabes Surabaya.
"Harus itu (dipidana), karena saya sudah babak belur sepert ini. Lalu orang tua mana yang terima," harapnya.
Ditanya terkait kemungkinan upaya mediasi dan mencabut laporan bila ada permohonan maaf, Sella menyebut tidak mau. "Saya engga mau. Kan sampai detik ini engga sampai usaha. Padahal saya sudah viral, kan dia harusnya merenungi nasibnya, tapi engga. Minimal minta maaf kalau ini salahnya, tapi sampai detik ini gak ada," tegasnya.
Kasihumas Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanty saat dikonfirmasi membenarkan bahwa korban sudah melapor di Polrestabes Surabaya. Kini kasus tersebut diselidiki Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya.
"Sudah (laporan). Masih proses penyelidikan," ucapnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto