Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

61 Jemaah Haji di Asrama Haji Surabaya Jalani Swab Antigen, 16 Terpapar Influenza

Rahmat Sudrajat • Selasa, 24 Juni 2025 | 00:48 WIB

 

DATANG: Jemaah haji tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya. Kedatangan jemaah terus dipantau kesehatannya sampai ke daerah.
DATANG: Jemaah haji tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya. Kedatangan jemaah terus dipantau kesehatannya sampai ke daerah.

RADAR SURABAYA - Sebanyak 61 jemaah haji di Asrama Haji Surabaya menjalani swab antigen setelah terdeteksi suhu tubuh tinggi melalui thermal scanner saat kedatangan.

Langkah ini dilakukan sebagai kewaspadaan terhadap Covid-19, MERS, serta influenza yang merupakan penyakit menular dari luar negeri saat ini.

Kepala Bidang Kesehatan PPIH Debarkasi Surabaya, Rosidi Roslan menjelaskan, seluruh sampel swab antigen telah dikirim ke laboratorium.  

"Sampai saat ini kita sudah melakukan swab antigen sebanyak 61 orang. Hasilnya sudah keluar, semua negatif Covid-19, namun ada beberapa yang terpapar influenza," ungkap Rosidi, Senin (23/6).

Lebih lanjut, Rosidi menyampaikan, sebanyak 16 jemaah terkonfirmasi positif influenza berdasarkan hasil pemeriksaan. 

Pemeriksaan ini merupakan bagian dari surveilans sentinel Influenza Like Illness (ILI), yang mencakup penyakit mirip Covid-19 dengan penularan melalui kontak langsung.

"Untuk yang influenza ada 16 orang, itu berdasarkan surveilans ILI untuk mencari strain atau varian. Jadi semua yang diambil itu memenuhi kriteria ILI. Bahkan Covid-19 itu bagian dari ILI sekarang karena gejalanya sama," terangnya.

Rosidi menegaskan bahwa jemaah yang terpapar influenza tidak perlu dilakukan tracking karena influenza saat ini sudah bersifat endemik. "Kalau endemi, kita tidak perlu melakukan tracking," imbuhnya.

Surveilans ILI ini bertujuan untuk mengetahui strain influenza yang beredar, guna evaluasi pengembangan vaksin. 

"Kalau baru sebagai bahan evaluasi untuk pengembangan vaksin. Vaksin yang lama masih potensial gak itu dilihat strainnya bisa efektifnya," jelasnya.

Pihaknya juga memberikan notifikasi ke daerah kepada jemaah yang dilakukan swab antigen maupun yang terpapar seperti influenza. 

"Kami memberikan notif ke daerah. Jemaah yang mengalami gejala disarankan mengunjungi puskesmas terdekat dan menunjukkan barcode Satu Sehat Health Pass (SSHP)," ungkap Rosidi.

Rosidi menambahkan, sebagian besar jemaah yang menjalani swab antigen merupakan lansia, kelompok yang juga mendominasi angka kematian jemaah haji Embarkasi Surabaya.  

"Jemaah haji Embarkasi Surabaya 74 persen lansia. Penyebabnya 50 persen karena sakit jantung dan pernapasan. Sedangkan 30 persen dengan risiko tinggi (risti) usia 61 ke atas," jelasnya.

Dari total 80 jemaah haji Embarkasi Surabaya yang meninggal dunia, 74 meninggal di Indonesia, 2 di atas pesawat, dan 4 di RS Haji Surabaya. 

Saat ini, masih ada 5 jemaah yang dirawat di RS Haji Surabaya, berasal dari Surabaya, Blitar, dan Sumenep.

Pria yang juga menjabat Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya juga mengimbau jemaah haji untuk menjaga kesehatan, terutama saat berada di Arab Saudi dan selama perjalanan pulang.

"Karena cukup panas di Arab Saudi, harus banyak istirahat, makanan juga harus dijaga, minum juga harus rutin. Yang paling penting mengontrol waktunya dengan aktivitas yang lain," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya #swab antigen #influenza #jemaah haji #debarkasi surabaya #Asrama Haji #covid-19