Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Harga Bumbu Dapur di Pasar Dukuh Kupang Surabaya Meroket Pasca Idul Adha

Rahmat Sudrajat • Senin, 23 Juni 2025 | 01:45 WIB
Penjual bumbu dapur di Pasar Tradisional Dukuh Kupang Surabaya, mengeluh harga naik pembeli menurun. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)
Penjual bumbu dapur di Pasar Tradisional Dukuh Kupang Surabaya, mengeluh harga naik pembeli menurun. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Usai perayaan Idul Adha, harga sejumlah komoditas bumbu dapur di Pasar Tradisional Dukuh Kupang, Surabaya, mengalami lonjakan tajam. Kenaikan ini paling terlihat pada harga tomat, bawang merah, dan cabai rawit, yang berdampak langsung pada daya beli konsumen dan penjualan pedagang.

Tomat yang sebelumnya dijual seharga Rp 12 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp 25 ribu. Bawang merah juga mengalami kenaikan dari Rp 35 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Sementara itu, harga cabai rawit melonjak drastis dari Rp 30 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilogram.

"Ya, terpaksa mengurangi belanja bumbu dapur. Beli yang sudah jadi saja, lebih murah," ujar Maria, seorang pembeli yang ditemui di pasar, Minggu (22/6).

Kondisi ini membuat pedagang mengeluh karena penjualan menurun. Kholifah, salah satu pedagang di Pasar Dukuh Kupang, mengaku omzetnya menurun signifikan.
"Pembeli banyak yang beralih ke bumbu jadi karena lebih hemat," keluhnya.

Di sisi lain, meskipun harga bawang putih dan cabai besar mengalami penurunan, harganya masih tergolong tinggi. Bawang putih kini dijual Rp 40 ribu per kilogram, turun dari Rp 55 ribu. Sementara cabai besar turun menjadi Rp 20 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 40 ribu.

Harga sayuran juga ikut terdampak. Harga sawi, misalnya, naik sekitar Rp 5 ribu menjadi Rp 20 ribu per kilogram.

Menurut para pedagang, kenaikan harga ini disebabkan oleh cuaca buruk di sejumlah daerah penghasil. Hujan yang masih terjadi menyebabkan pasokan berkurang, sehingga harga pun naik.

"Katanya di beberapa daerah masih hujan, jadi pasokan berkurang dan harga naik," jelas Kholifah. (rmt)

Editor : Lambertus Hurek
#Kota Surabaya #bawang merah #pasar tradisional #cabai rawit #dukuh kupang #bumbu dapur #harga bumbu