Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jemaah Kloter 33 Debarkasi Surabaya Anggap Ancaman Bom Sebagai Pengalaman dan Kenangan yang Tak Terlupakan

Rahmat Sudrajat • Senin, 23 Juni 2025 | 01:11 WIB

 

SELAMAT: Jemaah haji kloter 33 yang tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, Minggu (22/6) usai semalam berada di Medan pasca ancaman bom di pesawat Saudi Arabia Airlines.
SELAMAT: Jemaah haji kloter 33 yang tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, Minggu (22/6) usai semalam berada di Medan pasca ancaman bom di pesawat Saudi Arabia Airlines.

RADAR SURABAYA - Suasana haru dan syukur menyelimuti kedatangan 376 jemaah haji Kloter 33 asal Jember dan Bondowoso di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, Minggu (22/6) pukul 07.45 WIB. 

Kedatangan mereka diwarnai kisah menegangkan setelah pesawat Saudi Arabia Airlines yang mereka tumpangi mengalami ancaman bom dan melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Medan, Sabtu (21/6).

Akibat insiden tersebut, para jemaah harus bermalam di Medan sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Surabaya. 

Meskipun mengalami keterlambatan, para jemaah tampak sehat dan ceria saat tiba di asrama haji. Rasa syukur atas keselamatan mereka terpancar dari raut wajah para lansia.

"Alhamdulillah, kami semua selamat sampai di Surabaya. Awalnya memang sempat khawatir saat mendengar kabar ada ancaman bom, tapi setelah sampai di hotel di Medan, kami merasa aman dan pihak berwajib sudah menangani semuanya dengan baik," ungkap Sri Wahyuningsih, salah satu jemaah haji Kloter 33.

Ia menganggap bermalam di Medan merupakan bonus berlibur sebelum pulang ke Surabaya. Meskipun ia mengaku tegang atas informasi teror bom di pesawat yang ia tumpangi.

"Kami menganggap ini sebagai bonus liburan di Medan. Meskipun sedikit menegangkan, pengalaman ini akan menjadi kenangan tersendiri," ungkapnya.

Lebih lanjut ia juga mengaku baru mengetahui ancaman bom setelah pesawat mendarat darurat. 

"Ya tegang tapi setelah itu senang bisa selamat dari ancaman yang berbahaya karena penanganan juga cepat saat evakuasi," jelasnya.

Pelaksana Harian (Plh) Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Jawa Timur, Sugiyo, mengimbau keluarga jemaah untuk tidak khawatir.

"Alhamdulillah, seluruh jemaah haji Kloter 33 telah tiba di Surabaya dalam keadaan sehat. Kami memastikan mereka mendapatkan perawatan dan pendampingan yang dibutuhkan," jelas Sugiyo.

Hingga Minggu pagi, 35 kloter jemaah haji telah kembali ke daerah asal, berjumlah total 13.247 jemaah atau sekitar 36 persen dari total jemaah haji Embarkasi Surabaya.

Keterlambatan kedatangan ini juga membuat keluarga jemaah harus menyesuaikan rencana penjemputan.

Khoirunnisa, salah satu keluarga jemaah, mengaku harus menginap di Surabaya sembari menunggu kepulangan orang tuanya.

"Kemarin (Sabtu, Red) sebetulnya sudah di asrama haji, tapi tahu ada kabar kalau pulang hari ini karena ada teror bom. Kami pun tidak berani meninggalkan, akhirnya menginap di Surabaya agar segera bertemu," tuturnya.

Ia bersyukur dapat bertemu orang tuanya dalam keadaan sehat. "Senang rasanya. Sudah tidak waswas lagi," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Kloter 33 #ancaman bom #surabaya #bandara kualanamu #jemaah haji #Saudi Arabia Airlines #medan #debarkasi surabaya