RADAR SURABAYA - Pesawat Saudi Arabia Airlines SVA 5688 yang mengangkut jemaah haji asal Debarkasi Surabaya mendapatkan ancaman bom. Hal ini membuat keluarga jemaah yang sudah berada di Asrama Haji Surabaya untuk menjemput terkejut mendapatkan kabar ancaman bom.
Padahal direncanakan jemaah sebanyak 387 yang berasal dari Jember dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Juanda 11.30 WIB. Namun karena adanya ancaman bom harus tertunda tiba di asrama haji.
Salah satu keluarga jemaah, Andayani yang datang langsung dari Jembe runtuk menjemput suaminya, Suwarno. Ia mengaku terkejut dan terus komunikasi untuk menginformasikan kondisi saat ini.
"Awalnya kami tidak tahu apa-apa," ujar Andayani, Sabtu (21/6). Ia mengaku baru tahu kabar tersebut setelah mendapat telepon dari sang suami, jika pesawat yang ditumpanginya mendapatkan ancaman bom dan mendarat darurat di Kualanamu Medan.
"Baru setelah menghubungi suami saya lewat telepon, saya tahu pesawatnya mendapat ancaman bom dan harus mendarat darurat di Medan," ungkapnya.
Andayani dan keluarga lainnya begitu terasa. Mereka harus menunggu berjam-jam di depan Asrama Haji, tanpa kepastian kapan kedatangan para jamaah. Namun, rasa cemas itu sedikit terobati setelah Handayani mendapat kabar bahwa suaminya dan jamaah lainnya dalam keadaan baik.
"Alhamdulillah, suami saya dan jamaah lainnya selamat, suaranya masih terdengar sedikit gemetar. Meskipun harus menunggu lebih lama, yang penting mereka semua sehat dan selamat sampai di Surabaya," ujarnya.
Andayani tak sendiri menjemput suaminya, ia bersama dengan anak dan keluarga lainnya. Rencananya ia akan tetap berada di depan Asrama Haji Surabaya hingga suaminya tiba.
"Tetap saya tunggu sampai tiba," tegasnya.
Para keluarga berharap jemaah yang ada di pesawat Saudi Arabia Airlines tersebut tetap tenang dan selamat sampai ke Surabaya. "Ya mudah-mudahan tidak ada kendala semuanya dan lancar," harapnya.
Jumlah penumpang pesawat tersebut sebanyak 387 orang jemaah. Rencananya jemaah haji tersebut akan menginap di Medan untuk kemudian diterbangkan Minggu (22/6) menuju ke Juanda dengan menggunakan pesawat Saudi Arabia Airlines kembali. (rmt/gun)
Editor : Guntur Irianto