RADAR SURABAYA - Jelang tiba di tanah air pesawat Saudi Arabia Airlines yang mengangkut jemaah haji Kloter 33 asal Debarkasi Surabaya mendapat ancaman bom. Pesawat Saudi Arabia Airlines SVA5688 tersebut harus mendarat darurat di Bandara Internasional Kualanamu Medan, Sabtu (21/6) pukul 09.27.
Plh Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Jawa Timur, Sugiyo memastikan seluruh jemaah haji kloter 33 yang di dalam pesawat Saudi Arabia Airlines yang mendapat ancaman bom selamat. Saat ini seluruh jemaah sudah dievakuasi di Bandara Internasional Kualanamu.
"Ya jemaah haji yang ada di dalam pesawat berasal dari Jember saat ini sudah dievakuasi semua dan dalam kondisi selamat," ujar Sugiyo.
Jumlah penumpang pesawat tersebut sebanyak 387 orang jemaah. Rencananya jemaah haji tersebut akan menginap di Medan untuk kemudian diterbangkan Minggu (22/6) menuju ke Juanda dengan menggunakan pesawat Saudi Arabia Airlines kembali. "Rencananya akan pulang besok (Minggu, Red) dini hari mungkin pagi sampai ke Debarkasi," jelasnya.
Sugiyo belum bisa memastikan ancaman bom tersebut berasal. Pasalnya saat ini tim tengah melakukan penyelidikan. "Belum tahu pastinya tapi yang jelas saat ini masih dalam penyelidikan," ujar Sugiyo.
Rencananya, pesawat Saudi Arabia Airlines yang mengangkut jemaah asal Jember itu akan mendarat di Bandara Internasional Juanda Sabtu pukul 11.30 WIB, namun karena ada ancaman bom saat ini pesawat mendarat darurat di Kualanamu Medan.
Sementara itu Manager Operasional Saudi Arabia Airlines di Surabaya, Yusuf Rahmani, membenarkan kejadian ancaman bom tersebut pada pesawat yang mengangkut jemaah kloter 33. "Ya betul, dari SUB 33," ujar Yusuf.
Yusuf belum bisa memastikan ancaman bom tersebut berasal. "Belum tahu sekarang masih penanganan dan pengecekan," jelasnya. Pesawat Saudi Arabia Airlines tersebut tujuan Jeddah-Surabaya.
Sebelumnya, 17 Juni lalu, pesawat Saudia Airlines SV-5726 rute Jeddah-Jakarta yang mengangkut jemaah asal Debarkasi Jakarta -Bekasi mendapatkan ancaman bom sehingga mendarat darurat di Bandara Kualanamu. (rmt/gun)
Editor : Guntur Irianto